Wow… Ronda Pantau Aktifitas Gunung Berapi Sambil Jualan Kopi Hanya Disini Tempatnya

Kedai kopi balerante/klatenkab.go.id

23 Februari 2022, 20:00 WIB

SKALA. ID – Berada di wilayah gunung berapi paling aktif di Indonesia memang harus selalu siap siaga. Ya gunung  paling aktif di Indonesia adalah Gunung . Gunung ini mempunyai ketinggian 2.930 mdpl dan berada di tengah Pulau Jawa antara Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Para pemuda Dukuh Gondang, Desa , Kecamatan Kemalang, Klaten memang kreatif. Mereka memantau aktifitas lewat ronda malam oleh warga yang tinggal berjarak di 5 km arah tenggara Gunung itu dilakukan sambil berjualan Balerante untuk menambah pendapatan.

Dikutip dari Klatenkab.go.id, kedai kopi yang terkenal salah satunya berada di di halaman rumah Jainu (52). Halaman luas rumah tokoh desa yang akrab disapa Ki Rekso Giri itu disulap dengan gasebo-gasebo kayu dan lampu kelap-kelip lengkap dengan tempat duduk kayu yang ditata berjarak demi prokes.

Waspada Erupsi Merapi,Tiga Desa di Klaten Intensifkan Ronda Malam

Banyak dikunjungi kalangan muda. Mereka menikmati udara yang segar, suasana Merapi yang asri ditenami secangkir kopi menjadi sensasi yang sulit ditemui.

“Kedai-kedai kopi saat ini sedang booming. Di wilayah Kemalang banyak bermunculan kedai kopi Merapi, sebab di sini mulai banyak warga menanam kopi. Kopi di Kemalang diolah sendiri secara tradisional. Kami brandingnya dengan nama kopi Balerante. Alhamdulillah bisa menambah pendapatan warga” ucap Jainu Kepala Dusun Desa Balerante. 

Ditambahkan Jainu kalau wilayah kecamatan Kemalang, Klaten khususnya Desa Balerante banyak potensi tanaman kopi. Destinasi wisata yang terus berkembang seperti obyek Kalitalang di Balerante, jembatan gantung Girpasang di Tegalmulya dan Pesanggrahan di Sidorejo meningkatkan kunjungan wisatawan.

Aktifitas Masih Tinggi, Merapi Keluarkan Guguran Lava Pijar

“Peluang ini yang dimanfaatkan pemuda desa untuk membuat kedai-kedai kopi,” imbuhnya. 

Kedai kopi di Balerante dikembangkan kerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa atau Bundes. Kedai kopi di desa kami buka sampai jam 24.00 WIB.

Jika siang hari yang berjualan adalah remaja putri. Kalau malam bergantian dengan yang pemuda, sekalian pemantauan kondisi Merapi lewat ronda malam.

“Jadi ronda malam di Balerante tidak pernah sepi, karena banyak tamu luar daerah yang datang menemani. Petugas BPBD Klaten sering juga mendampingi jadi penyemangat,” lanjutnya.

Terkait omset usaha, Jainu mengungkap kalau kopi Balerante sudah mulai merambah Jakarta.

“Kadang kopi dipesan lewat on line melalui media sosial. Atau oleh-oleh dari kenalan warga Kemalang dari luar kota yang penasaran citarasa kopi Balerante. Pas banyak permintaan luar kota, sering stok kami habis. Bicara omset memang belum besar. Sebulan rata-rata laba bersih mencapai 7 juta. Lumayan untuk menambah pendapatan warga’’ tutupnya.***

Artikel Terkait