Wow, Bayi Orang Utan di Suaka Margasatwa Lamandau Ini Miliki Nama Keren

Orang utan di area pelepasan (soft release) Suaka Margasatwa (SM) Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah/dok Biro Humas KLHK

8 Februari 2022, 19:25 WIB

SKALA.ID – Bayi (Pongo Pygmaeus) yang baru lahir di area pelepasan (soft release) Suaka Margasatwa (SM) Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah kini sudah memiliki nama.

Ya, oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), melalui Suaka Margasatwa (SM) Lamandau satwa asli Indonesia ini diberi nama Besti.

Dikutip dari laman InfoPublik.go.id, Kepala Resort SM Lamandau, Sugih Trianto, menjelaskan Besti merupakan bayi ke 101 yang lahir di SM Lamandau dan pertama kali diketahuinya, dengan melihat secara langsung saat sang induk bernama Berline sedang makan di Camp Buluh.

Heran Melihat Kucing Makan Rumput dan Tumbuhan, Ternyata lni Manfaatnya

“Pada saat groundcheck terlihat Berline membawa anaknya, namun jenis kelamin bayi orangutan belum bisa diketahui karena orangutan menjauh pada saat didekati oleh petugas. Petugas juga belum bisa mengikuti orangutan dikarenakan debit air yang sedang tinggi,” ujar Kepala Resor SM Lamandau dalam keterangan resmi yang diterima InfoPublik pada Selasa, 8 Februari 2022.

Menurut Sugih, kalimantan merupakan satwa dilindungi pemerintah Indonesia, sehingga keberadaannya harus terus dijaga, termasuk pengembangbiakannya.

Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng, Nur Patria, mengatakan lahirnya bayi orang utan menjadi tanda keberhasilan pengembangbiakkan atau breeding di wilayah konservasi SM Lamandau.

Untuk meningkatkan keberhasilan pengembangbiakkan satwa dilindungi tersebut, katanya, diperlukan peran aktif semua pihak, terutama masyarakat sekitar untuk menjaga habibat mereka.

Kenapa Kucing Menutup Mata Saat Dielus, Ternyata Ini Jawabannya

“Kami mengajak semua pihak baik pemerintah, swasta, LSM, maupun masyarakat untuk semakin peduli akan kelestarian satwa orang utan yang merupakan satwa dilindungi,” katanya.

Kelahiran bayi orang utan itu, menurutnya sangat membahagiakan karena spesies itu sudah langka dan terancam punah.

Oleh karena itu, Nur Patria telah menginstruksikan agar petugas SM Lamandau, yang dibantu relawan Orangutan Foundation – United Kingdom (OF-UK) untuk melakukan pemantauan kesehatan satwa tersebut di habitatnya.

“Petugas SML dan OF-UK akan terus memantau khususnya orangutan yang sedang mempunyai anak dan yang sedang hamil, agar kesehatannya selalu terjaga,” katanya.***

Foto: Biro Humas KLHK

Artikel Terkait