Waspada Erupsi Merapi,Tiga Desa di Klaten Intensifkan Ronda Malam

Waspada Erupsi Merapi,  Tiga Desa di Klaten Intensifkan Ronda Malam

10 Februari 2022, 16:39 WIB

Waspada Merapi,  Tiga Desa di Intensifkan Ronda Malam

SKALA.ID – Waspada erupsi Merapi, tiga desa di Klaten intensifkan ronda malam. Waspada erupsi Merapi, tiga desa di Klaten Kondisi aktifitas yang fluktuatif, warga sekitar aktifkan ronda malam untuk memantau kondisi yang sesekali masih mengeluarkan awan panas. 

Tiga desa di lokasi terdekat yakni Balerante, Sidorejo dan Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten giatkan ronda malam sebagai antisipasi segala kemungkinan yang terjadi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Klaten Sri Winoto mengungkapkan kalau warga Kemalang sudah rutin melaksanakan ronda malam. Bahkan sejak Gunung Merapi dalam status waspada.

Apresiasi Insan Pers, Kapolres Karanganyar Sambangi Wartawan Senior yang Sakit


“Benar, saat ini warga desa di Kemalang rutin melaksanakan ronda malam. Tiga desa itu meliputi Balerante, Sidorejo dan Tegalmulyo. Kami di BPBD sering ikut bergabung pemantauan secara insidentil,” kata Sri Winoto, Kamis (10/2/2022).

Terkait target ronda malam warga, sebut Winoto meliputi upaya pemantauan informasi aktivitas Merapi untuk diketahui masyarakat jika ada kondisi penting. Termasuk data pemetaan warga rentan.

“Relawan Merapi sudah terlatih terkait pemetaan. Jadi data warga lansia, ibu hamil, anak-anak sudah tercatat baik. Data itu menjadikan bagian prioritas evakuasi jika Merapi dalam keadaan bahaya. Tim BPBD sering datang berkomunikasi sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah. Biasa teman-teman BPBD pulang malam pantau wilayah Merapi,” ungkapnya.

Nokia dan Samsung Membidik Pangsa Pasar Ponsel Pintar Dibawah Harga Rp3 Jutaan, Mana yang Dipilih?


Kepala Dusun Desa Balerante, Jainu Rekso Giri (52) menjelaskan, ronda malam di desanya memang semakin digiatkan. Apalagi hari Minggu (6/2/2022) lalu aktivitas Merapi meningkat, dan mengeluarkan awan panas serta terjadi hujan abu tipis.

“Lokasi ronda malam di Balerante terbagi di empat titik. Yakni meliputi Dukuh Sambungrejo, Ngipiksari, Sukorejo dan Gondang. Selain ronda malam, warga juga melakukan pemantauan secara visual di menara pandang. Alarm melalui sirine menara pandang cukup membantu kewaspadaan warga,” jelas Jainu.

Terkait aktivitas ronda malam, perangkat desa yang juga perintis wisata Kalitalang itu mengungkapkan kalau warganya kreatif sambil jualan kopi. Tentunya hal itu tidak mengurangi aktivitas utama seperti pemantauan dan pemetaan.

“Di Balerante aset warga dicatat. Jumlah ternak, lansia, bumil dan balita menjadi data penting misal ada evakuasi. Sambil ronda malam, warga juga jualan kopi Balerante. Apalagi kopi sekarang sedang booming. Lumayan untuk pengembangan Bumdes dan pendapatan warga,” pungkasnya.***

Artikel Terkait