UNS Bentuk Tim Pendampingan Hukum Bagi Keluarga Korban Diksar Menwa Dan Tersangka

12 November 2021, 21:29 WIB

SKALA.ID – Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo memberikan pendampingan hukum dan juga pendampingan psikologi dan trauma healing kepada keluarga almarhum , mahasiswa UNS yang meninggal saat mengikuti Diklat Menwa.

Ketua Tim Evaluasi Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa atau , Sunny Ummul Firdaus sampaikan pimpinan UNS memutuskan untuk memberikan menyiapkan tim penasihat hukum untuk mendampingi keluarga korban.

“Salah satu tujuannya agar pihak keluarga mengetahui perkembangan proses hukum yang saat ini sedang berjalan,” jelasnya, Jumat (12/11/2021).

Baca Juga: UNS Bentuk Tim Pendampingan Hukum Bagi Keluarga Korban Diksar Menwa Dan Tersangka

Selain itu pasca penetapan dua mahasiswa UNS sebagai tersangka dalam kasus meninggalnya Gilang UNS juga melakukan pendampingan kepada keduanya melalui tim Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum UNS.

“Selama ini Tim BKBH UNS juga mendampingi selama menjalani pemeriksaan baik para saksi dan tersangka dalam proses penyidikan polisi,” imbuhnya.

Diketahui tim penyidik Polresta Surakarta telah menetapkan dua orang panitia Diklat menjadi tersangka. Saat ini kedua tersangka telah menjalani penahanan namun di dua lokasi berbeda.

Baca Juga: Tim Ahli LPSK Datangi Rumah Mahasiswa UNS yang Meninggal Saat Diklat Menwa

Tersangka NFM menjalani penahanan di Polsek Laweyan, sementara FPJ dititipkan di Polsek Banjarsari.

Sebelumnya Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan keduanya sudah ditahan sejak Jum’at (5/11/2021) lalu. Ditahan di dua lokasi terpisah.

“Lokasi penahanan dibuat terpisah untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut,” tandas Ade Safri. ****

Artikel Terkait