Ternyata Ini Filosofi Dari Logo HUT Kota Solo ke 277

Ternyata ini filosofi dari Logo HUT Kota Solo ke 277

11 Februari 2022, 15:20 WIB

SKALA. ID- Jelang peringatan hari jadi kota Solo ke 277 yang jatuh pada 17 Februari mendatang, Pemkot Solo menyelenggarakan Lomba Logo Hari Jadi Kota Solo ke-277. Dari 3 besar logo terbaik, dimana masyarakat juga turut aktif dalam memberikan komentar dan penilaiannya masing-masing telah ditentukan pemenangnya.

Dari 3 logo terbaik tersebut, dewan juri menentukan berdasar tingkat orisinalitas, kesesuaian filosofi, karakteristik budaya, nilai estetika, dan ketentuan lain yang telah ditetapkan panitia.

Hasilnya Eighar Maulana S berhasil meraih juara dan logo tersebut menjadi icon ke 277 pada 17 Februari 2022 mendatang.

Desa Wisata Kemuning ‘Puncaknya’ Karanganyar, Sukses Kembangkan Potensi Alam

Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka melalui akun Instagram resminya @gibran_rakabuming mengucapkan selamat pada desain logo terpilih yang ditetapkan, Eighar Maulana S @eighar_msa.

“Terimakasih atas keterlibatan semua pihak terutama 312 peserta lomba dan masyarakat yang turut memberikan atensinya,” ucap Gibran dikutip dari akun intagramnya.

Antisipasi Covid Gibran Minta Pembelajaran Sekolah di Solo Gunakan Cara Hybrid Learning

FILOSOFI lambang ke 277

Angka 277 berjajar diagonal kearah kanan seperti arah motif batik parang
bermakna Optimis pantang menyerah, menggambarkan jalinan yang tidak pernah putus, progresif, kreatif, percepatan, peningkatan serta pertumbuhan di berbagai sektor.

Angka 277 saling bertumpu dan menopang representasi dari sinergi dan kerjasama seluruh elemen atau multipihak dimana unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media bersatu padu berkoordinasi serta berkomitmen untuk membetuk ekosistem kreatif dan produktif yang ditransformasi menjadi solusi bersama dalam membangun kota Surakarta.

Anatomi Angka 277 dikreasikan menyerupai Representasi canthik Kyai Rajamala sebagai simbol penolak bala, Mahakarya Kejayaan Budaya Keraton Surakarta yang saat ini menjadi legenda kota Surakarta dan satu satunya di dunia, selain itu juga. Angka 2 dibentuk menyerupai Perahu Kyai Rajamala membawa angka 77 dimaknai sebagai komitmen dan integritas pemerintah kota Surakarta untuk mengayomi dan melayani warga Surakarta dalam tujuan mewadahi dinamika kehidupan warga Solo, bermuara pada perilaku hidup yang bersinergi antara pengampu kebijakan dan warga kota Solo.

Warna Merah, sebagai simbol semangat, kreatif dan optimisme yang merupakan modal awal menghadapi anomali keadaan, fluktuasi ekonomi, Warna Biru sebagai simbol kedalaman pikir, kecerdasan, kepekaan diri belajar dari masa pandemi yang sulit untuk merumuskan solusi dan strategi terbaik menghadapi fluktuasi ekonomi, Warna Hijau sebagai pertumbuhan, peningkatan kapasitas
sebagai hasil dari semangat dan optimisme yang didasari kepekaan dan belajar dari pengalaman sehingga mampu tumbuh dan berkembang.***

Artikel Terkait