Syncrom, Sistem Deteksi Kerumunan Massa Karya Anak Negeri Temuan Anak UGM

Syncrom ini juga dilengkapi dengan fitur peringatan dini adanya kerumunan

8 September 2021, 19:17 WIB

SKALA.ID – Membantu pemerintah dalam upaya mencegah penularan , sekelompok mahasiswa (UGM) Yogyakarta mengembangkan sistem deteksi kerumunan. Ide awal tersebut berasal dari rasa keprihatinan melihat kondisi masyarakat.

Meskipun pemerintah sudah menerapkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat dan dilanjutkan PPKM Leveling namun masih saja terlihat ada pelanggaran protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Sistem yang kami kembangkan ini dapat mendeteksi adanya kerumunan sekaligus menampilkan informasi kapan dan di mana kerumunan terjadi,” terang Ketua tim peneliti, Zulfa Andriansyah, dikutip dari laman Indonesia.go.id belum lama ini.

Baca Juga: Antisipasi Penyebaran Varian Mu, Ganjar Beli Alat Tes Whole Genome Sequencing

Menurut mahasiswa Fakultas Geografi UGM ini, sistem yang diberi nama Syncrom atau kepanjangan dari System of Detection and Crowd Mapping ini dibuat berbasis berbasis deep learning dan WebGIS.

Melalui sistem ini dapat mendeteksi adanya kerumunan dengan menyajikan informasi jumlah massa dan menampilkan visualisasi kondisi di lapangan baik waktu dan tempat terjadinya kerumunan secara near realtime (mendekati waktu nyata).

“Dengan platform ini sistem pemantauan bisa dilakukan secara terus-menerus selama 24 jam. Data terus di-update setiap 30 detik,” terang Zulfa.

Baca Juga: Siang Tadi, Presiden RI dan Kapolri Tinjau Vaksinasi Merdeka di Ponpes K.H. Syamsudin, Ponorogo

ini dikembangkan oleh Zulfa bersama dengan keempat rekannya yaitu M Ihsanur Adib (Kartografi dan Penginderaan Jauh), Wahyu Afrizal Bahrul Alam (Teknologi Informasi), Malik Al-Aminullah Samansya (Teknik Nuklir), dan Najmuddin Muntashir ‘Abdussalam (Teknik Industri).

Dengan bimbingan Dr. Taufik Hery Purwanto, MSi. Purwarupa ini lahir lewat program kreativitas mahasiswa bidang karsa cipta (PKM-KC) tahun 2021 yang memperoleh dana hibah pengembangan sebesar Rp9 juta dari Kemendikbudristek.

Syncrom ini juga dilengkapi dengan fitur peringatan dini adanya kerumunan. Peringatan adanya kerumunan di lokasi terdeteksi akan disampaikan melalui pengeras suara atau voice alert secara otomatis.

Artikel Terkait