Setahun Beroperasi, KRL Yogyakarta- Solo Sudah Layani Lebih dari 2,2 Juta Pelanggan

KRL Solo-Yogyakarta diminati banyak penumpang

1 Maret 2022, 16:52 WIB

SKALA.ID – Layanan KRL Yogyakarta-Solo yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 1 Maret 2021, hari ini Selasa (1/3) genap berusia satu tahun. Operasional KRL pertama di luar Jabodetabek ini diresmikan Presiden Joko Widodo di Stasiun Yogyakarta dengan didampingi Menteri Perhubungan, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Gubernur Jawa Tengah.

“Sejak awal beroperasi hingga Februari 2022, KRL Yogyakarta-Solo telah melayani 2.222.942 pengguna pengguna. Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Propinsi Jawa Tengah yang menggunakan KRL sebagai transportasi pilihannya,” ungkap Direktur Utama KAI Commuter Roppiq Lutzfi Azhar, Selasa (1/3/2022).

KRL Yogya – Solo Beroperasi dengan 20 perjalanan per hari, tren volume pengguna setiap bulannya terus meningkat, kecuali pada bulan Juli dan Agustus saat pemerintah memberlakukan PPKM Level 4 di sejumlah wilayah termasuk Yogyakarta dan Solo.

Jalur Kereta Melintas di Tengah Kota Solo, PT KAI Ingatkan Jangan Parkir di Atas Rel

Tingginya minat masyarakat juga tidak lepas dari layanan transporasi yang selalu berfokus pada kebutuhan pelanggan. Pengoperasian KRL Yogyakarta – Solo juga menandai dibukanya kembali empat 2 stasiun yang sebelumnya tidak melayani pengguna.

Keempat stasiun tersebut adalah Stasiun Srowot, Ceper, Delanggu, dan Gawok. Selain itu Stasiun Brambanan yang sebelumnya hanya melayani sebagian jadwal KA Prambanan Ekspres kini melayani seluruh jadwal KRL Yogyakarta – Solo.

“Dengan pembukaan stasiun ini, akses masyarakat menuju transportasi publik semakin dekat dan mudah,” bebernya.

Layanan KRL Yogyakarta – Solo saat ini juga memiliki ciri khas dimana seluruh transaksi tiketnya telah menggunakan kartu uang elektronik ataupun tiket kode QR, dan tidak mengenal tiket harian. Kartu uang elektronik pilihan pengguna adalah Kartu Multi Trip (KMT) dari KAI Commuter yang telah digunakan 50% pengguna.

Sebanyak 45 Orang Pekerja PT KAI Daop 6 Gelar Tes Narkoba di Stasiun Solobalapan

Selanjutnya terdapat tiket kode QR dan kartu uang elektronik bank yang masing-masing digunakan 26% dan 24% pengguna untuk bertransaksi. Tingginya peminat kartu multi trip juga dibuktikan dengan penjualan KMT yang mencapai 254.667 unit sejak Februari tahun lalu.

Saat ini KAI Commuter tengah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Surakarta terkait penggunaan KMT. Kedepannya KMT tidak hanya digunakan sebagai tiket untuk naik KRL, tetapi dapat juga digunakan sebagai tiket untuk naik Batik Trans Solo.

“Pengembangan layanan ini dilakukan KAI Commuter dengan sejumlah pemerintah daerah sehingga KMT dapat mengintegrasikan berbagai moda transportasi,” imbuhnya.

Layanan KRL Yogyakarta – Solo tentu akan terus berkembang. Memasuki tahun kedua, KAI Commuter tengah mempersiapkan penambahan frekuensi perjalanan KRL agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

Selanjutnya KAI Commuter juga mendukung program BTP Jabagteng yang sedang menyelesaikan elektrifikasi jalur dari Stasiun Solo Balapan menuju ke Stasiun Palur.

“Kami siap melanjutkan kolaborasi dengan pemerintah dan para stakeholder lainnya untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, cepat, dan ramah lingkungan bagi masyarakat DIY dan Jawa Tengah,” tutup Roppiq.***

Artikel Terkait