Selama Pandemi, Omzet Pengerajin Gerabah Klaten Turun Drastis

25 September 2021, 18:23 WIB

SKALA.ID – Terdampak pandemi Covid 19, pendapatan pengerajin di Klaten anjlok hingga 50 persen.

Pengakuan itu diungkapkan Novi (30), seorang pengerajin yang tinggal di RT 02 RW 03 Pager Jurang, Bayat, Klaten.

Usaha yang dirintis turun-temurun dari orang tuannya sejak 2006 tetap bisa bertahan setalah merabah pemasaran secara on line.

Baca Juga: Gunakan Ojeg Online, 6 Ton Apem Yaqowiyyu Kiai Ageng Gribig Dibagikan ke Masyarakat

“Kini kami mencoba menjajaki pemasaran online sejak 2019,” jelasnya belum lama ini.

Umumnya produk yang diminati adalah perabotan rumah tangga diantaranya pot, panci, wajan, piring. Biasanya mengirimkan ke wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat seperti Cirebon, Jakarta bahkan sampai Riau.

Terkait kualitas bahan Novi menjelaskan lebih memanfaatkan tanah asli Bayat. Hal itu terkait kualitas dan sifatnya yang cocok untuk .

Baca Juga: KKP Lepas Ekspor Perdana Gurita Beku ke Jepang

“Kami menggunakan bahan khusus seperti tanah 3 macam yang ada di Bayat. Tanah di sini unik dan kualitas tanahnya lebih kuat. Warnanya juga berbeda dengan tanah-tanah yang lain,” pungkasnya. ****

Artikel Terkait