Sebanyak 108 KK di Kabupaten Sitaro Mengungsi Akibat Banjir Bandang

Sebanyak 108 KK di Kabupaten Sitaro Mengungsi Akibat Banjir Bandang

22 Februari 2022, 22:53 WIB

SKALA.ID – Sebanyak 108 KK di Kabupaten Mengungsi Akibat yang melanda dua kecamatan di Kabupaten , Provinsi Sulawesi Utara. Peristiwa yang mengakibatkan pengungsian ini terjadi pada Senin 21 Februari 2022 sekira pukul 11.00 waktu setempat atau WITA.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sitaro melaporkan pada hari ini, Selasa (22/2), sebanyak 108 KK atau 281 jiwa mengungsi sementara waktu.

Tidak ada laporan korban meninggal dunia atau pun luka-luka oleh kejadian ini. Sebanyak tiga wilayah di tingkat kelurahan dan desa terdampak peristiwa ini, antara lain Kelurahan Paseng dan Paniki di Kecamatan Siau Barat dan Desa Batusenggo di Siau Barat Selatan.

Satu Warga Sukabumi Meninggal Dunia, Satu Lainnya Luka-luka Akibat Banjir dan Longsor

“Dampak lain berupa rumah terdampak 108 unit dan gedung rusak 1 unit. BPBD setempat belum merinci tingkat kerusakan tempat tinggal warga maupun gedung di kawasan tersebut,”papar Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D, Selasa 22 Februari 2022.

Saat peristiwa terjadi, personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, aparat kecamatan maupun desa serta dinas terkait lain melakukan upaya penanganan darurat.

Mereka, ungkap Muhari, mengevakuasi warga ke tempat pengungsian sementara. Mereka juga melakukan pemantauan di lokasi terdampak guna memastikan keselamatan warga.

Banjir Surut, Satu Rumah Warga Serta Fasilitas Umum dan Pendidikan di Seluma Rusak

ini terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah Sitaro. ini bercampur material tanah pada lereng bukit yang labil sehingga terbawa derasnya air hujan dari kawasan hulu.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga tetap waspada terhadap bahaya hidrometeorologi basah, khususnya di puncak musim hujan ini. Meskipun tidak termasuk wilayah dengan potensi bahaya banjir bandang, berdasarkan analisis inaRISK, peristiwa yang terjadi ini menjadi kewaspadaan bersama.***

Artikel Terkait