PPLN Tujuan Wisata Bisa Masuk RI lewat Empat Bandara, Ini Aturannya

Pemerintah Indonesia hanya membuka empat bandara internasional bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dengan tujuan wisata

7 Februari 2022, 18:59 WIB

SKALA. ID – Pemerintah Indonesia hanya membuka empat bandara internasional bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dengan tujuan wisata, baik warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA).

Dilansir dari InfoPublik.gi.id, empat bandara itu diantaranya adalah Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng (Jakarta), Bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali), Bandara Hang Nadim (Batam), dan Bandara Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang).

Sehubungan dengan diterbitkannya surat edaran baru perjalanan luar negeri (SE Kementerian Perhubungan/Kemenhub Nomor 11 Tahun 2022), Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan koreksi (revisi) atas susunan kalimat terkait pembatasan pintu masuk (entry point) bagi WNI dan WNA sebagai PPLN dengan tujuan wisata.

Adapun koreksi yang disampaikan, bertujuan untuk menghindari kesalahan persepsi agar setiap pihak memiliki pemahaman yang sama. Dalam koreksinya, Kemenhub menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia menerapkan pembatasan pintu masuk (entry point) bagi WNI dan WNA pelaku perjalanan luar negeri dengan tujuan wisata dengan transportasi udara pada masa pandemi COVID-19.

“Dengan demikian pelaku perjalanan luar negeri untuk kepentingan wisata dengan transportasi udara juga dapat melalui Bandara Soekarno – Hatta,” jelas Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara, Novie Riyanto, pada Senin, 7 Februari 2022.

Sebagai informasi, dengan ditetapkannya SE ketua satuan tugas penanganan (satgas) COVID-19 Nomor 4 Tahun 2022 tentang protokol kesehatan perjalanan luar negeri pada masa pandemi COVID-19, maka Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub menerbitkan SE Nomor 11 Tahun 2022 tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan luar negeri dengan transportasi udara pada masa pandemi COVID-19.

Sebelumnya dijelaskan bahwa terbitnya SE Nomor 11 Tahun 2022 ini bertujuan sebagai pemantauan, pengendalian, dan evaluasi guna mencegah terjadi peningkatan penularan COVID-19 termasuk SARS-CoV-2 varian baru maupun yang akan datang. PPLN yang berstatus WNI dari luar negeri diizinkan memasuki Indonesia dengan tetap mengikuti protokol kesehatan ketat sebagaimana aturan yang ditetapkan Pemerintah RI.

Adapun kriteria WNA yang bisa melakukan perjalanan dengan transportasi udara di Indonesia, pertama adalah yang sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 34 Tahun 2021 tentang pemberian visa dan izin tinggal keimigrasian dalam masa penanganan penyebaran COVID-19, dan pemulihan ekonomi nasional. Kedua, sesuai skema perjanjian (bilateral), seperti travel corridor arrangement (TCA). Ketiga, mendapatkan pertimbangan/izin khusus secara tertulis dari Kementerian/Lembaga.

Persyaratan khusus bagi WNA pelaku perjalanan dengan tujuan wisata wajib menunjukkan kartu atau sertifikat vaksinasi COVID-19 (fisik maupun digital), dan hasil negatif tes RT-PCR, lalu wajib melampirkan visa kunjungan singkat atau izin masuk lainnya sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

“Mereka juga diminta menunjukan bukti kepemilikan asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimal USD 25.000 yang mencakup pembiayaan penanganan COVID-19; dan yang terakhir bukti konfirmasi pemesanan dan pembayaran (booking) tempat akomodasi dari penyedia akomodasi selama menetap di Indonesia,” urai Dirjen Novie.

Dia juga menegaskan, bagi seluruh pelaku perjalanan luar negeri, baik WNI maupun WNA harus mengikuti ketentuan dan persyaratan yang ditentukan. Yaitu mematuhi ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Kemudian, menunjukkan kartu atau sertifikat (fisik maupun digital) telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap seminimalnya 14 hari sebelum keberangkatan sebagai persyaratan memasuki Indonesia.

Selanjutnya pelaku perjalanan diminta untuk menunjukkan hasil negatif melalui tes RT-PCR di negara/wilayah asal yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal  2 x 24 jam sebelum jam keberangkatan dan dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatan atau e-HAC Internasional di Indonesia.

“WNA yang sudah berada di Indonesia dan akan melakukan perjalanan, baik domestik maupun internasional diwajibkan melakukan vaksinasi melalui skema gotong royong sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, WNA diwajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat melakukan perjalanan internasional masuk ke wilayah Indonesia,” pungkas Dirjen Novie.***

Artikel Terkait