Pohon unik Ini Bisa Dimanfaatkan Untuk Bahan Baku Kertas

Foto : dok/humas pemprovjatim.go. id

25 Februari 2022, 23:30 WIB

SKALA.ID juga dimanfaatkan untuk pembuatan kertas. Pohon yang memiliki nama ilmiah Eucalyptus Deglupta termasuk cepat pertumbuhannya. Rata-rata bertambah 2-3 meter tiap tahunnya dengan batang yang tumbuh nyaris sangat tegak. Permukaan kulit kayunya licin dengan daun berbau harum khas kayu putih ketika diremas.

Gradasi warna-warna seperti pelangi yang disebabkan oleh proses Oksidasi Kambium batang dengan Oksigen sehingga berturut-turut menghasilkan warna hijau, kuning, biru, jingga hingga cokelat (Garner, 2006

Dikutip dari laman Indonesia.go.id, pakar kehutanan Amir Wardhanan sebut, warna-warni pada muncul akibat getah yang keluar dari dalam pohonnya mengenai kulit pohon di bagian lain sehingga membentuk gradasi warna.

Pada tetesan getah pertama, warna yang akan muncul adalah warna biru. Kemudian perlahan warna tetesan getah tersebut berubah menjadi jingga, ungu, dan merah marun. Karena proses ini terjadi secara bergiliran (tidak bersamaan) dan teratur, maka pohon ini kemudian menampilkan koleksi dari semua warnanya sekaligus.

Mau Tahu, Salah Satu Pohon Terindah di Dunia Ternyata Ada di Indonesia

Proses keluarnya getah didahului oleh terkelupasnya kulit batang yang terjadi tidak bersamaan. Oleh karena itu, pola warna yang terjadi setiap waktu pada setiap pohon tidak akan serupa.

Selain itu, hal tersebut akan memberikan efek kaleidoskopik di mana setiap lapisan warna memberikan informasi kapan lapisan warna tersebut muncul. Meskipun ini menghasilkan bunga putih dan daun hijau seperti spesies eucalyptus pada umumnya, tetapi kelenjar-kelenjarnya tidak mengeluarkan banyak minyak aromatik.

Kulit kayu dan batang pohon pelangi sering dijadikan sebagai bahan baku dalam industri bubur kertas (pulp). Batang kayunya dapat dijadikan sebagai bahan baku konstruksi bangunan.

World Conservation Monitoring Centre dalam laporannya pada 1992 menyebutkan bahwa Eucalyptus deglupta berada dalam status endangered atau terancam punah. Peneliti dari Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Roosita Ariati mengatakan, pohon pelangi terancam punah di habitatnya karena penebangan liar, serta pembukaan lahan untuk agrikultur. Oleh karena itulah, konservasi diperlukan untuk tetap mempertahankan keberadaan pohon pelangi yang indah ini.***

Artikel Terkait