Perusahaan Sektor Esensial Perketat Prokes

27 Agustus 2021, 23:28 WIB

PASURUAN – Menteri Ketenagakerjaan, berpesan agar perusahaan sektor esensial untuk lebih ketat menerapkan . Mengingat pekerja pada perusahaan sektor esensial dapat mempekerjakan 100 persen pekerjanya di tempat kerja.

Hal itu disampaikan saat meninjau dan mensosialisasikan Penerapan Protokol Kesehatan Bagi Perusahaan Kategori Esensial di PT Panasonic Gobel Solutions Manufacturing Indonesia, Pasuruan, , Jumat (27/8/2021).

“Kita harus pastikan protokol kesehatan itu berjalan dengan baik dan sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi, jika ada pekerjanya yang ditemukan positif, maka perusahaan akan tutup selama lima hari,” kata Menaker

Baca Juga: Mall di Solo Uji Coba Aplikasi Peduli Lindungi

Menaker Ida ingin memastikan penerapan protokol kesehatan benar-benar dijalankan dengan baik pada sektor esensial.

“Saya bersama LKS Tripartit Nasional ini melihat secara langsung protokol kesehatan, karena Panasonic ini adalah salah satu sektor esensial yang diperbolehkan untuk buka kembali dengan prokes yang ketat dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi,” terangnya.

Penerapan protokol kesehatan dengan memanfaatkan aplikasi seperti PeduliLindungi, kata Menaker Ida, akan meningkatkan efektivitas pencegahan penularan COVID-19.

Baca Juga:Batik Ciprat Karya Penyandang Difabel Tembus Pasar Malaysia dan Irlandia

“Dengan aplikasi ini bisa dilihat pekerja sudah divaksinasi atau belum, dan terkonfimasi positif COVID-19 atau tidak. Dengan itu kita bisa menekan penyebaran dan penularan COVID-19,” pungkasnya. (Ian) ***

Artikel Terkait