Penerbangan Internasional Dibuka, Presiden Pastikan Kesiapan Seluruh Aspek di Bali

Presiden juga minta kepada seluruh pemangku kepentingan untuk menunjukkan kesiapannya.

8 Oktober 2021, 23:35 WIB

SKALA.ID – Pemerintah telah memutuskan akan membuka penerbangan internasional di ,, pada 14 Oktober 2021. Pembukaan penerbangan internasional ini merupakan bagian dari upaya membuka kembali aktivitas ekonomi .

Pembukaan aktivitas ekonomi ini sangatlah penting mengingat sumber utama penghasilan masyarakat berasal dari sektor pariwisata. Oleh karenanya, menjelang 14 Oktober 2021 ini, meminta kepada seluruh pemangku kepentingan untuk mempersiapkannya dengan baik.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo ketika memberikan pengarahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Bali di Kantor Gubernur Bali, Kota Denpasar, pada Jumat siang, 8 Oktober 2021 dikutip Skala.id dari laman presidenri.go.id

Baca Juga: 
Pantau Vaksinasi di Semarang, Wapres Optimis Akhir Tahun Jateng Mampu Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem

“Kita harus siapkan secara detail infrastruktur, sehingga wisatawan datang, tetapi Covid-nya tetap terkendali,” ujar Presiden.

Presiden juga minta kepada seluruh pemangku kepentingan untuk menunjukkan kesiapannya.

“Kita tunjukkan bahwa kita mampu mengelola, mampu mengendalikan dengan manajemen yang ada di lapangan,” imbuhnya.

Baca Juga: 
Tiba di Papua, Jokowi Siap Buka PON XX

Pada masa pandemi ini, wisatawan yang datang ke Bali sangat menurun jumlahnya. Tercatat, jumlah wisatawan asing menurun hingga 97 persen, jumlah wisatawan nusantara menurun 27 persen, dan tingkat hunian kamar hotel di bawah 20 persen.

Selain itu, Presiden meminta agar pengalaman-pengalaman negara lain dalam menghadapi Covid turut dipelajari, termasuk pentingnya disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Disiplin protokol kesehatan itu sangat menekan angka penyebaran Covid,” kata Presiden.

Baca Juga: 
Bentangkan Poster Jelang Kedatangan Presiden Jokowi, Sejumlah Mahasiswa UNS Diamankan Polisi

Dari pengalaman beberapa negara, vaksinasi merupakan hal penting yang harus dijalankan. Di beberapa negara, saat kasus aktifnya sudah mulai menurun dan aktivitas ekonomi dibuka tapi tidak diimbangi dengan kecepatan vaksinasi, telah mengakibatkan kasus melonjak yang diiringi kenaikan angka kematian.

Artikel Terkait