Penampakan Canthik Perahu Ini, Meski Seram Tapi Jadi Simbol Menolak Aura Negatif

Meskipun canthik Rajamala ini berbentuk menyeramkan tapi canthik ini didasari atas kesaktian tokoh Raden Rajamala yang tak terkalahkan dalam kisah pewayangan dan sebagai simbol untuk menolak bala atau aura negatif.

2 September 2021, 23:28 WIB

SOLO – Aura mistis langsung terasa saat melihat penampakan Canthik Perahu Rajamala yang tersimpan di musium Kraton Solo.

Rajamala merupakan hiasan kepala perahu yang dibuat oleh Raden Mas Sugandi pada masa pemerintahan yang memerintah pada tahun 1788-1820.

Kapal yang dibuat di era pemerintahan PB IV tersebut memakai simbol hiasan canthik yang terpasang pada kedua ujung kapal. Simbol ini terpasang pada halauan dan buritan kapal.

Baca Juga : Indonesia Ikuti Kompetisi Bocuse D’Or di Perancis, Ajang Promosi Kuliner Nusantara

Canthik Rajamala ada dua, satu disimpan di Kraton Solo dan satu lagi disimpan di Museum . Untuk bagian depan disimpan di musium Kraton Solo dan bagian belakang di simpan di musium tertua di Indonesia yakni musium .

Canthik ini terbuat dari kayu jati yang berasal dari hutan khusus milik keraton Surakarta yaitu Donoloyo. Konon ketika ada bangunan keraton yang kayunya perlu diganti ketika itu juga ada pohon jati di hutan Donoloyo yang tumbang.

Bentuk Rajamala, ini dalam pewayangan, berbentuk dan bersifat setengah manusia dan setengah raksasa. Matanya besar dan melotot, rambut tebal, dan lebat. Memiliki hidung yang juga besar dihiasi kumis tebal, memiliki taring.

Baca Juga: Puan Destinasi Wisata Mulai Dibuka, Puan Ingatkan Prokes Tetap Diperketat

Artikel Terkait