Pemudik Soloraya Diprediksi Meningkat Tajam, Walikota Gibran Minta PT KAI Maksimalkan Layanan Mudik Lebaran

Gibran audiensi bersama dengan Rombongan Komisi V DPR RI, Ditjen Perkeretapian, Kepala DAOP VI, Kepala Balai Perkeretaapian dan para pimpinan PT KAI DAOP VI serta instansi terkait soal kesiapan Stasiun Kereta Api Balapan dan stasiun pendukung di Solo Raya untuk kesiapan mudik lebaran tahun 2022

7 April 2022, 16:54 WIB

SKALA.ID – Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka dalam audiensi bersama dengan Rombongan Komisi V DPR RI yang dipimpin Ir. Sujadi dan dengan Ditjen Perkeretapian, Kepala DAOP VI Iwan Eka Putra, Kepala Balai Perkeretaapian Putu dan para pimpinan DAOP VI serta instansi terkait soal kesiapan Stasiun Kereta Api Balapan dan stasiun pendukung di Solo Raya untuk kesiapan lebaran tahun 2022, Kamis (7/4/2022) di Joglo Stasiun Balapan Surakarta.

Dalam kesempatan tersebut usai Paparan Persiapan Angkutan Lebaran Tahun 2022 PT Kereta Api dari Direktur Direktur Lalu Lintas Dan Angkutan Kereta Api, Mohamad Risal Wasal, Walikota Gibran meminta Alokasi gerbong dan lokomotif Kereta Api ditambah karena jumlah pemudik diprediksi meningkat tajam setelah dua tahun tidak diberlakukan oleh pemerintah.

“Tadi perlu didetailkan dan dijelaskan kenapa ada pengurangan kapasitas gerbong kereta api. Sesuai prediksi, jumlah angka pemudik sebesar 80 sampai 90 juta orang, saya kira bisa
lebih dari itu. Mohon dijelaskan,” ungkap Walikota Gibran.

Presiden Jokowi Tetapkan Libur Nasional dan Cuti Bersama Idul Fitri, Catat Tanggalnya

Dalam penjelasannya, Risal menerangkan, setelah berkoordinasi dengan tim KAI DAOP VI, jumlah KA yang dioperasikan rencananya berkurang lantaran perhitungan belum memasukkan cuti bersama dan aturan pembatasan jumlah penumpang karena Pandemi
Covid 19.

“Namun seiiring dengan keluarnya Instruksi Presiden, jumlah gerbong kereta api akan kami tambah untuk mengakomodasi melonjaknya jumlah penumpang melalui moda kerata api.
Dengan perubahan KA TSO ( Tidak Siap Operasi ) menjadi SO ( Siap Operasi ) minimal jumlah angkutan kereta api sama pada saat belum Covid 19 yakni pada tahun 2019,” papar Risal.

Sementara, pimpinan Komisi V Sujadi meminta semua kebutuhan mudik melalui kereta api diantisipasi dengan baik khusunya tujuan Jawa Tengah di Solo Raya.

“Kereta api mohon disiapkan armadanya sehingga sebagi primadona anggutan masal bisa mengakomodasi para pemudik,” ucapnya.

Mau Mudik, Tiket Bisa Dipesan Mulai Sekarang. Ini Caranya  

Diketahui, pemerintah saat ini perlu memperhatikan lonjakan arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri. Secara tegas, Sujadi dalam hal ini meminta Dirjen Perkeretapaian Kementerian Perhubungan meningkatkan sinergitas dengan PT Kereta Api pada semua DAOP untuk melakukan berbagai langkah antisipasi saat mudik Lebaran.

Sedangkan Sudewo, anggota komisi V ( F Gerindra ) mengungkapkan sesuai hasil rapat, disampaikan data soal arus lebaran yang paling besar adalah di Jawa Tengah. Diprediksikan
Solo Raya menjadi titik pusat mudik di Jawa Tengah. Titik sentral untuk angkutan Kereta Api adalah Stasiun Balapan dan Terminal Tirtonadi.

Dia menandaskan harus ada kepastian soal jumlah penumpang kereta api yang bakal menggunakan kereta api yang turun di Stasiun Balapan dan Yogyakarta.

“Harus dibuat prognosisnya berapa mendekati jumlah yang pasti sehingga kalau bergeser jumlahnya tidak terlalu banyak,” pungkasnya.***

Artikel Terkait