Panglima TNI : Warga Positif Covid Harus Dirawat di Isoter Agar Agar Terpantau Kondisi dan Obatnya

Serbuan vaksinasi di Boyolali menargetkan 3.500 dosis dengan sasaran vaksinasi karyawan pabrik, masyarakat umum dan Ormas PC NU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama), dengan jumlah vaksinator 85 orang yang terdiri dari, 14 vaksinator TNI, 10 vaksinator Polri, 26 vaksinator Dinkes dan 35 Relawan Nakes

22 Agustus 2021, 23:37 WIB

– Dukung vaksinasi massa, Panglima TNI bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan melakukan peninjauan serbuan vaksinasi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (22/8/2021).

Serbuan vaksinasi di Boyolali menargetkan 3.500 dosis dengan sasaran vaksinasi karyawan pabrik, masyarakat umum dan Ormas PC NU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama), dengan jumlah vaksinator 85 orang yang terdiri dari, 14 vaksinator TNI, 10 vaksinator Polri, 26 vaksinator Dinkes dan 35 Relawan Nakes.

“Bagaimana bapak, semangat untuk di vaksin hari ini ya, ajak teman dan keluarga yang belum di vaksin untuk segera melaksanakan vaksin,” ujar Panglima TNI kepada masyarakat yang melaksanakan Vaksin.

Panglima TNI juga berpesan meskipun sudah melaksanakan vaksin, bukan berarti kebal terhadap , oleh karena itu harus tetap menjaga disiplin protokol kesehatan.

Rombongan juga meninjau aplikatif dari aplikasi Inarisk dan Silacak yang diawaki oleh 4 Pilar yang bertugas sebagai petugas yang melakukan tracing dilapangan.

Untuk menghentikan laju perkembangan Covid-19 saat ini diperlukan kerja keras dan keseriusan dari setiap pihak terkait.

“Tracing kontak erat harus terus dilaksanakan di Boyolali. Dari kasus konfirmasi akan dilaksanakan perawatan di Isoter (Isolasi Terpusat), tidak di Isoman sehingga terpantau kondisi, dan obat-obatannya,” tegas Panglima TNI. (Ade) ***

Artikel Terkait