Misteri Candi Sukuh, Selain Menghadap Barat, Benarkah Usia Candi Ini Disebut Jauh Lebih Tua Dibandingkan Suku Maya?

sepintas bangunan ini tak hanya mirip dengan candi milik suku yang meramalkan kiamat akan terjadi pada 2012 lalu. Namun, Candi Sukuh diyakini usiannya jauh lebih tua dibandingkan dengan candi milik Suku Maya

31 Agustus 2021, 23:52 WIB

KARANGANYAR – Gunung yang ada di Pulau Jawa tak pernah lepas dari cerita-cerita mistik menyeramkan, termasuk satu diantaranya Gunung Lawu.

Dari kisah mistik yang dipercaya masyarakat sekitar, Gunung yang masuk kedalam Seven Summits of Java (Tujuh Puncak Pulau Jawa) inilah yang paling kental cerita mistik hingga saat ini.

Tak hanya puncak Gunung Lawu saja yang kental cerita mistisnya. Di lereng Gunung yang dulunya bernama Wukir Mahendra inipun cerita-cerita mistis banyak ditemui. Salah satunya situs candi peninggalan jaman purbakala yang terletak di kaki lereng Gunung Lawu, .

Baca Juga : Temui Bupati Minta Maaf, Pemuda Nekat Naik ke Atas Tugu Puncak Gunung Lawu Dihukum Menanam Pohon

, sepintas bangunan ini tak hanya mirip dengan candi milik suku yang meramalkan kiamat akan terjadi pada 2012 lalu. Namun, diyakini usiannya jauh lebih tua dibandingkan dengan candi milik .

Tak heran dari segi bangunannya saja, candi ini berbeda dari bangunan candi yang ada di Indonesia. Belum lagi Candi Sukuh memiliki relief atau pahatan yang jauh dari kesan tradisi budaya lokal nusantara. Uniknya, candi peninggalan jaman megalithikum ini satu-satunya candi di Indonesia yang menghadap ke barat atau ke arah kiblat.

Menurut seorang pemerhati Gunung Lawu yang sangat mengerti tentang seluk beluk gunung Lawu, Joko Sunarto menyebutkan, menurut pakem tradisi, candi agama Hindu lainnya yang digunakan sebagai tempat persembahyangan, seharusnya candi Sukuh menghadap ke arah timur, yakni arah terbitnya matahari.

Baca Juga: Pengemudi Masuk Jateng via Cemoro Kandang Dicegat, Tak Bisa Tunjukan Kartu Vaksinasi, 25 Pengemudi Disuntik Vaksin

Nyatanya justru candi ini menghadap ke arah arah barat. Mengapa begitu? Pak Po menerangkan, sudah menjadi tradisi jawa kuno di waktu jaman prasejarah jika matahari menjadi merupakan sumber urip (sumber kehidupan)

“Candi sukuh ini berbeda dengan candi kebanyakan yang menghadap ke timur. Justru candi ini menghadap Barat. Jadi untuk memasuki candi Sukuh, orang menuju ke arah Timur, tempat matahari terbit, terangnya saat ditemui skala.id ini di kediamannya di Karanganyar, Selasa 31 Agustus 2021.

Menurut pria berambut panjang yang akrab di panggil Mbah Po ini menerangkan, salah jika menyebut candi Sukuh yang terletak di Dukuh Berjo, Desa Sukuh Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar ini sebagai candi porno. Hanya karena banyaknya relief yang menggambarkan sesuatu yang pribadi seperti bentuk lingga yoni yang menggambarkan kelamin lelaki dan perempuan.

Baca Juga: Nikmati Secangkir Kopi Hangat Sambil Menikmati Kabut Gunung Lawu

Artikel Terkait