Miliki Situs Sejarah Yang Diakui UNESCO, Menparekraf Harap Desa Wisata Sangiran Jadi Desa Mandiri

11 Oktober 2021, 18:03 WIB

SKALA.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno melanjutkan visitasi ke 50 Desa Wisata dalam rangkaian Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021. Salah satunya adalah Desa Wisata , Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (9/10) lalu.

Desa Krikilan ini masuk ke dalam daerah cagar budaya dan telah ditetapkan sebagai World Culture Heritage oleh pada tahun 1996.

Desa ini merupakan situs arkeologi di Pulau Jawa yang dianggap penting oleh dunia, sebab fosil manusia purba banyak ditemukan di sini.

Baca Juga: Kabar Baik! Sandiaga Uno Sepakat Paket Wisata Bagi Para Nakes

“Desa Wisata ini kelasnya dunia, karena ada situs yang sudah diakui dunia oleh UNESCO, sebagai situs yang umurnya 1,8 juta tahun. Ini adalah situs tertua, dan ini menunjukkan bahwa peradaban kita peradaban tinggi, dan sudah sepatutnya bahwa kita optimistis bangsa ini menjadi bangsa yang besar” ujar Menparekraf Sandiaga saat visitasi ke Desa wisata , dikutip dari laman kemenparekraf.go. id

Sandiaga menjelaskan, Desa Wisata Sangiran merupakan desa wisata rintisan yang baru berusia dua tahun. Ia berharap desa ini bisa menjadi desa mandiri nantinya, yang mempunyai ketersediaan dan akses terhadap pelayanan dasar yang mencukupi, infrastruktur yang memadai, aksesibilitas/transportasi yang tidak sulit, pelayanan umum yang bagus, serta penyelenggaraan pemerintahan yang sudah sangat baik.

“Jadi, Desa Wisata Sangiran ini menariknya desa wisata rintisan, baru dua tahun lalu terkena pandemi COVID-19. Kami berharap desa ini akan naik dari rintisan, menjadi berkembang, menjadi maju, lalu menjadi desa mandiri,” ujar Sandiaga.

Baca Juga: Jangan Kaget Liburan Ketemu Ganjil Genap di Tempat Wisata Kuta dan Sanur, Titik Ini Dijaga Ketat

Desa wisata Sangiran memiliki banyak potensi wisata yang dapat dinikmati oleh wisatawan. Di antaranya, wisata air asin Pablengan, sumber mata air asin berusia lebih dari 2 juta tahun. Terbentuk dari pergeseran bumi serta letusan gunung berapi, yang menjadikan Sangiran yang tadinya laut dalam akhirnya menjadi darat.

Lalu, ada Punden Tingkir, yang merupakan peninggalan masa lalu yang dipercaya masyarakat sebagai peninggalan Joko Tingkir, karena adanya petilasan Joko Tingkir di dalamnya. Tempat tersebut, kini juga memiliki beberapa spot foto yang menarik.

Potensi Desa Wisata Sangiran kian lengkap dengan wisata budaya, yang di mana memiliki Museum Manusia Purba Sangiran. Di museum ini banyak informasi tentang keberadapan manusia purba Jawa serta binatang-binatang purba yang ditemukan di Jawa.

Baca Juga: Menelusuri Situs Menggung di Lereng Gunung Lawu, Dipercaya Peninggalan Pengikut Airlangga

“Saya lihat potensinya luar biasa Desa Wisata Sangiran ini, karena ada wisata edukasi, wisata berbasis sejarah, wisata berbasis budaya, dan yang tadi saya kaget saya distop oleh teman-temen yang sedang menggagas Sangiran yaitu lomba lari 25 km di malam hari menuju Solo, ini menurut saya potensinya sangat luar biasa. Tapi yang paling betul-betul menyentuh saya adalah produk-produk ekonomi kreatifnya,” ujarnya.****

Artikel Terkait