Merapi Erupsi Awan Panas Guguran Meluncur Arah Barat

Gunung api aktif itu juga mengeluarkan guguran lava pijar lima kali dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter ke barat daya

1 September 2021, 21:51 WIB

YOGYAKARTA – Gunung Merapi di perbatasan Provinsi dan Daerah Istimewa Yogyakarta, mengeluarkan pada Rabu (1/9/2021).

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, itu terjadi pada pukul 10.13 Waktu Indonesia Barat (WIB) dengan tinggi kolom 600 meter arah ke barat.

Disebutkan juga oleh Hanik tercatat di seismogram dengan amplitudo 42 mm dan durasi 195 detik.

Baca Juga : Pengemudi Masuk Jateng via Cemoro Kandang Dicegat, Tak Bisa Tunjukan Kartu Vaksinasi, 25 Pengemudi Disuntik Vaksin

“Awan panas guguran itu memiliki jarak luncur sejauh 2.500 meter (2,5 km) ke arah barat daya,” jelas Hanik dalam keterangan resminya, Rabu (1/9/2021).

Pada periode pengamatan pukul 00.00 sampai 06.00 WIB, gunung api aktif itu juga mengeluarkan guguran lima kali dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter ke barat daya.

Selain itu, gunung itu juga tercatat mengalami 45 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-18 mm selama 20-119 detik, 40 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-5 mm selama 8.8-13.24 detik, tujuh gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 3-4 mm dengan durasi 8.72-9.56 detik.

Baca Juga : Tutup Lokasi Isolasi Terpusat, Walikota Gibran Ubah Solo Technopark Jadi Kantor Marketplace

Selanjutnya, satu kali gempa fase banyak dengan amplitudo 5 mm selama 7.64 detik dan satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3 mm selama 43.6 detik.

“Hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level III atau siaga,” pungkasnya. (Ian) ***

Artikel Terkait