Menparekraf Dan Walikota Gibran Sepakat Dorong Ekraf dan Kesenian Untuk Pemulihan Ekonomi

9 Oktober 2021, 17:57 WIB

SKALA.ID – Walikota Surakarta, Givran Rakabuming mendampingi Menteri Parekraf, Sandiaga Uno, meninjau Rumah Siap Kerja di Makamhaji, Sukoharjo, Sabtu (8/10/2021).

Kedatangan rombongan disambut Bapak Warseno Slenk dan para pekerja seni pewayangan. Mereka juga dihibur dengan pertunjukan wayang kulit oleh dalang muda Ki Amar Pradopo.

Menparekraf Sandiaga Uno kemudian melakukan dialog interaktif dengan para peserta dilanjutkan dengan peluncuran secara simbolis gerakan sosial #KitaPeduli Untuk Bantu Pelaku Parekraf Indonesia Terdampak Pandemi. Ditandai dengan pemukulan gong oleh Menparekraf dan Walikota .

Baca Juga: Tanggapi Viral Foto Ruang Ganti Stadion Manahan Rusak, Gibran: Rasah Ribut

Menteri Parekraf menyampaikan harapan kedepan untuk Rumah Siap kerja akan ada program berkelanjutan bagi para pekerja seni serta pelaku UMKM dan ekraf untuk masuk ke era baru pasca pandemi dan era digitalisasi.

“Kami mengucapkan terima kasih, bantuan kepada para pelaku seni. Dan kita harapkan ini hanya pembuka karena berdasarkan reserch dibutuhkan gerak cepat untuk membantu pelaku seni terutama
seni pewayangan,” ucapnya.

Walikota , sebut saat ini wilayah Soloraya tidak terkecuali kota sudah masuk dalam PPKM level 2.

Baca Juga: Optimis Pecah Telur Jadi Ketua Peradi Karanganyar Pertama, Kadi Sukarna Klaim Didukung Advokad Muda

“Dan saat ini Pemkot telah melakukan pelonggaran atas pentas seni dan pariwisata,” lanjut Gibran.

Ditambahkan Gibran, kota Solo sudah turun ke level 2 dengan capaian vaksinasi yang tinggi, sehingga sudah mulai melonggarkan aktifitas termasuk kegiatan-kegiatan pariwisata dan budaya.

Selain itu Wailkota juga berpesan kepada pekerja seni untuk bersabar. Gelaran event budaya dan kesenian tetap bisa berlangsung dengan jumlah tamu yang terbatas serta penerapan prokes yang ketat.

Baca Juga: Kejar Herd Imunity OJK dan IKA UNS Gelar Vaksinasi Massal

“Sekali lagi mohon bersabar dulu, silahkan menggelar event wayang tapi dengan prokes yang ketat,
tamu yang terbatas secara hybrid,” imbuhnha.

Nanti kalau sudah turun level lagi, positivity ratenya sudah bisa ditekan lagi, pengunjung atau penontonnya bisa di longgarkan lagi. Saat ini memprioritaskan aspek kesehatan bagi masyarakat terlebih dahulu.

“Intinya kesehatan dulu yang kita prioritaskan yang lain nanti mengikuti”, tutupnya.

Baca Juga: Pemkot Solo Minta Pelaku Usaha Memanfaatkan Betul Pemasaran Digital

Dalam kesempatan tersebut jiva dibagikan bantuan sembako kepada para seniman dan pelaku ekraf secara simbolis. ****

Artikel Terkait