Menlu Retno Umumkan Umrah Bagi Jamaah Indonesia Kembali Dibuka

9 Oktober 2021, 18:17 WIB

SKALA.ID – Kabar gembira, Menteri Luar Negeri Republik (Menlu RI) Retno Marsudi sampaikan pelaksanaan ibadah umroh kembali dibuka bagi para Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Menlu Retno usai menerima nota diplomatik Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, pada Jumat (8/10/2021).

“Melihat perkembangan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia yang semakin baik. Pembahasan yang cukup lama, pada level menteri, baik itu menteri luar negeri, menteri kesehatan dan juga menteri agama, jamaah bisa kembali umroh,” jelas Retno saat press briefing yang disiarkan secara live melalui YouTube Kementerian Luar Negeri, Sabtu (9/10/2021).

Baca Juga: Bali Buka Pariwisata, Kemenkumham Tunjuk Imigrasi Menerima Wisman

Sementara isi nota diplomatik Kedutaan Besar Arab Saudi beberapa hal sebagai berikut :

“Kedutaan telah menerima informasi dari pihak berkompeten di Kerajaan Saudi Arabia perihal pengaturan dimulainya kembali pelaksanaan bagi jemaah Indonesia,” paparnya.

Kemudian komite khusus di Kerajaan Saudi Arabia sedang bekerja guna meminimalisir segala hambatan yang menghalangi kemungkinan tidak dapatnya calon jamaah dari Indonesia untuk melakukan ibadah .

Baca Juga: Rilis Poster Teaser Snowdrop, Drakor Jisoo Blackpink Segera Tayang

Dalam nota diplomatik tersebut juga disebutkan bahwa kedua pihak dalam tahap akhir pembahasan mengenai pertukaran link teknis dengan Indonesia.

Itu, menjelaskan informasi para pengunjung berkaitan dengan vaksin dan akan memfasilitasi proses masuknya jamaah.

Selain itu, lanjut Retno, nota itu juga berisi pertimbangan untuk menetapkan masa periode karantina selama lima hari bagi para jamaah umrah yang tidak memenuhi standar kesehatan sesuai persyaratan.

Baca Juga: Tayang mulai 27 November 2021, Begini Sinopsis Drama Terbaru Kim Soo Hyun “ One Ordinary Day”

“Tentunya kabar baik ini akan kita tindaklanjuti dengan pembahasan secara lebih detail mengenai teknis pelaksanaannya. Kemenlu akan terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan, dan dengan otoritas terkait di Kerajaan Saudi Arabia mengenai pelaksanaan kebijakan pemerintah Saudi Arabia yang baru ini,” terang Retno.

Retno mengaku bahwa saat ini telah melakukan koordinasi dan komunikasi, baik dengan Menteri Agama maupun Menteri Kesehatan.

“Sebagaimana diketahui, bahwa pertemuan saya terakhir dengan Menteri Luar Negeri Saudi Arabia terjadi di sela sela pelaksanaan sidang majelis umum PBB ke-76 di New York,” kata Retno.****

Sumber: Kementerian Luar Negeri

Artikel Terkait