Mengintip Kehidupan Nelayan Jerigen Bengkulu Menantang Maut Mencari Gurita di Perairan Samudera Hindia

Nelayan itu menantang maut untuk menggarungi perairan laut Kecamatan Nasal yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, dengan berbekal jerigen bekas minyak manis berukuran lima liter

18 September 2021, 13:53 WIB

SKALA.ID – Banyak cara yang dilakukan nelayan untuk mencari gurita. Di Kabupaten Kaur, Provinsi , misalnya. Mereka menggunakan dan unik. Cara unik ini tergolong ekstrem. Bagaimana tidak?

Nelayan itu menantang maut untuk menggarungi perairan laut Kecamatan Nasal yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, dengan berbekal jerigen bekas minyak manis berukuran lima liter.

Cara ekstrem tersebut guna mencari biota laut yang memiliki nama latin Octopus Vulgaris ini. Siapa mereka? . Bergitulah masyarakat Kabupaten Kaur, menyebutnya.

Baca Juga: Megawati Muncul Secara Virtual Ditengah Isu Sakit, Ketua PDIP Karanganyar: Ibu Bilang Biarkan Tuhan Membalasnya

Nelayan tangguh itu dari pesisir pantai Desa Merpas, Kecamatan Nasal. Bambang Kurniawan, satu dari 23 di daerah tersebut. Dia tergabung dalam Kelompok Ujung Lancang.

Pria 40 tahun itu telah 5 tahun bergelut dengan ombak menggunakan jerigen untuk mencari biota laut dengan 8 lengan (bukan tentakel) itu. Dia mencari hewan dengan kaki yang terletak di kepala itu sejauh 500 meter dari bibir pantai.

Mulai dari pantai Khayangan, Pelabuhan Suto, pantai Laguna, pantai Merpas, Desa Merpas hingga Pantai Ujung Karang Batu Lungun, Desa Batu Lungun, Kecamatan Nasal, berjarak sepanjang 3 Kilometer (Km).

Baca Juga: Kompak! Nadiem dan Gibran Angkat Meja Kala Pantau PTM di Solo

Biota laut yang memiliki tiga mekanisme pertahanan diri, seperti kantong tinta, kamuflase dam memutuskan lengan ini dicari secara berkelompok mulai dari 3 hingga 8 nelayan.

“Kita mencari gurita secara berkelompok, dari tiga sampai delapan orang. Minimal berdua. Itu kita lakukan ketika air laut sedang surut, dan berjalan sejauh 500 meter dari tepi pantai menuju ke tengah laut,” papar Sekretaris Kelompok Nelayan Jerigen Ujung Lancang, Bambang Kurniawan, saat ditemui, Minggu 18 September 2021.

Artikel Terkait