Melihat Dari Dekat Desa Penghasil Anak Kembar di Klaten, Jumlah Tersebar di 10 Dukuh

Desa ini satu-satunya yang banyak memiliki pasangan kembar.Jumlah pasangan kembar jumlahnya cukup banyak

11 September 2021, 15:56 WIB

SKALA.ID – Pernah dengar desa yang kebanyakan dihuni oleh orang kembar? Tak perlu jauh-jauh untuk melihat satu desa berisi orang kembar sampai ke India.

Di Indonesia, tepatnya di desa Jonggrangan, Kecamatan Utara Kabupaten , Jawa Tengah ini, banyak pasangan kembarnya loh. Dan itu nyata terjadi.

Sekilas Desa Jonggrangan, Kecamatan Utara, , sama seperti kampung pada umumnya.

Baca Juga: Terbongkar, Pembobol Rekening ASN di Klaten Komplotan Berpasangan, Hasil Kejahatan untuk Biaya Haji dan Umroh

Namun saat ditelisik lebih jauh, di desa ini mempunyai 23 pasangan kembar, yang tersebar di 10 dukuh.

Usia pasangan kembar ini pun beragam.Ada yang sudah 80 tahun, 40 tahun, 20 tahun, bahkan ada yang masih balita.

Hanya saja, seriring umur, tak semua pasangan kembar ini menetap didesa meraka.Sebagian ada yang bekerja merantau.

Baca Juga: Rekening Nasabah Bank Jateng di Klaten Raib, Ini Penjelasan Ahli Hukum ITE UNS

Kades setempat, Sunarna mengaku tidak tahu, faktor apa yang menyebabkan fenomena kembar banyak di desa ini.

Dirinya mengatakan ini hanyalah faktor alamiah saja. Mereka yang kembar, memiliki cerita unik saat berada di tengah-tengah masyarakat, di sekolah dan di tempat kerja. 

Seperti yang dialami pasangan kembar Deva Septiyani dan Devi Septiyana (18 tahun). Karena wajahnya tidak sama persis, teman-temannya tidak mengalami kesulitan untuk mengenali yang mana Deva, yang mana Devi.

Baca Juga: Zoom Bareng Anak Penyitas Kangker, Ganjar Pranowo Ogah Dipanggil Eyang: Kakak Ganjar Ya

Tapi untuk suara, keduanya sama. Teman-temannya susah membedakan. Ibu mereka menyarankan agar keduanya sering memakai , untuk menunjukkan kalau keduanya sama.

Apakah mereka juga mempunyai hobby yang sama ya?

"Iya, hobby kami sama, yaitu suka menyanyi," aku keduanya.

Baca Juga: Terbongkar, Pembobol Rekening ASN di Klaten Komplotan Berpasangan, Hasil Kejahatan untuk Biaya Haji dan Umroh

Kembar yang lain, Abdul Azis (28 tahun) sering disapa orang yang dia tidak kenal.

"Orang-orang yang keliru menyapa itu, dikiranya diriku itu kembaran saya," kata Abdul.

Adik Kades Sunarna juga kembar. Namanya Ari Wibowo dan Ari Nugroho (36 tahun). Dulu waktu masih kecil sampai SMA, keduanya sering main bersama.

Baca Juga: Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka Didampingi Jamal Wiwoho Tinjau PTM Terbatas di UNS

"Mulai kuliah, kami sudah tidak sering-sering lagi bersama," kata keduanya.

Ada juga pasangan kembar Kris Joko Raharjo dan Kris Joko Santoso yang biasa disapa Koko dan Sasan.

Pasangan ini lahir pada 25 Desember 1980. Kini keduanya hidup terpisah karena masing-masing sudah bekerja. 

Baca Juga: Marak Poster Kritik Pemerintah di Pasang di Titik Strategis Kota Solo

Kris Joko Raharjo bekerja di tempat usaha roti dan Kris Joko Santoso bekerja di SPBU.

"Di sinilah orang sering salah memanggil, tapi tidak apa-apa namanya juga wajahnya sama, kembar,'' kata Kris Joko Raharjo yang biasa disapa Koko.

Bahkan saat membuat SIM, petugasnya juga bingung. Kok satu orang membuat SIM 2?

Baca Juga: Pengemudi Masuk Jateng via Cemoro Kandang Dicegat, Tak Bisa Tunjukan Kartu Vaksinasi, 25 Pengemudi Disuntik Vaksin

"Setelah kami jelaskan, petugas baru tahu kalau Kris Joko yang kembar. Satunya pakai Raharjo, satunya pakai Santoso,'' tambah Koko sambil tertawa. 

Kepala Desa Sunarna menambahkan, kembar di desanya rata-rata kembar identik. Yang kembar dampit laki dan perempuan juga ada tetapi jarang.

Yang paling banyak anak kembarnya, ada di Dukuh Jonggrangan, ada 10 yang kembar. Kembar lainnya terpencar di 10 dukuh lainnya.(Put) ***

Artikel Terkait