Masjid Peninggalan Kasultanan Deli, Menyimpan Mushaf Alquran Berusia Ratusan Tahun

Masjid Raya Al-Mashun, bangunan bersejarah dan menjadi cagar budaya/istimewa

16 Mei 2022, 17:08 WIB

SKALA.ID – Tepat di pusat Kota , terdapat bangunan bersejarah dan menjadi setempat. Tempat itu adalah Masjid Raya Al-Mashun atau dikenal juga sebagai Masjid Raya dan menjadi ikon wisata religi bagi kota ketiga terbesar di Indonesia tersebut.

Terletak sekitar 200 meter dari Istana Maimun yang merupakan Istana Kesultanan Deli, sebuah kerajaan yang turut membangun peradaban Melayu modern di Sumatra.

Dikutip dari laman Indonesia.go.id, Masjid mulai dibangun pada 21 Agustus 1906 atau 1 Rajab 1324 Hijriah dalam kalender Islam, ketika Sultan Ma’mun Al Rasyid Perkasa Alam memimpin Kesultanan Deli.

Sultan Ma’mun ingin mewujudkan sebuah masjid yang megah, karena menurutnya hal itu lebih utama dibandingkan kemegahan istananya yang telah berdiri sejak 1888.

Mengutip penelitian yang dilakukan Achy Askwana dari Universitas Sumatra Utara berjudul “Analisis Karakteristik Ornamen di Masjid Raya Al-Mashun ” (2015), Sultan Ma’mun memiliki kemampuan keuangan lebih karena saat itu permintaan ekspor tembakau Deli sedang meningkat.

Kondisi itu membuat Sultan Deli berkeinginan membangun fasilitas-fasilitas penting untuk kemajuan Kesultanan Deli. Pembangunan Masjid Raya Al-Mashun Medan menghabiskan biaya sebesar 1 juta gulden yang ditanggung oleh Kesultanan Deli.

Namun, dikutip dari Tengku Luckman Sinar dalam Bangun dan Runtuhnya Kerajaan Melayu di Sumatera Timur (2006), dana pembangunan masjid ini juga dibantu oleh seorang saudagar dari etnis Tionghoa bernama Tjong A Fie.

Pembangunan masjid ini selesai pada 1909 dan digunakan pertama kali untuk salat Jumat, 10 September 1909 atau bertepatan dengan 25 Sya’ban 1329 Hijriah. Ketika sudah berdiri dan resmi digunakan, Masjid Raya Al-Mashun tampak megah serta memiliki sayap di sisi selatan, utara, timur, dan barat.

Artikel Terkait