Makam Beteng Dijadikan Wisata Religi,  Ada Dua Makam Prajurit Utama Pangeran Sambernyawa 

22 Februari 2022, 17:31 WIB


SKALA.ID – Pemerintah Desa Pelem dan Nglembu bersama masyarakat dan para pegiat budaya  desa setempat buka makam Beteng di dusun Trisik Nglembu, Kecamatan Simo, Boyolali dibuka menjadi destinasi umum.


Di area makam Beteng ini ada makam Raden Ayu Tasikwulan, ibu Mertua Sinuhun Banguntopo ( PB VI) atau eyang putri dari Sinuhun PB IXTermasuk ada dua makam punggawa baku Kawan Ndoso joyo, Ki Ngabehi Joyo Tilarso dan Raden Ngabehi Joyo Mursito. Juga ada makam Kyai Singoprono ll dan Singoprono IV beserta para kerabatnya.


Sutarto Kepala Desa Pelem menjelaskan, pemberdayaan makam Beteng sebagai destinasi , tak lepas dari inisiasi kerabat Projo Mangkunegaran KRMH. H. Roy Rajasa. 

Pura Mangkunegaran Memiliki Motif Batik Khusus, Berbeda Dengan Kasunanan Surakarta


Beberapa waktu lalu, beliau (Roy Rajasa) berkunjung ke makam beteng dan melihat kondisi makam banyak yang rusak. Bangunan pagar tembok roboh. Kemudian berinisiatif merenovasi komplek makam Beteng.  


“Dari situlah dan dukungan KRMH Roy Rajasa Yamin, masyarakat dan Pemerintah desa akhirnya menjadikan makam Beteng sebagai destinasi ,” jelasnya, Selasa (22/2/2022). 


Pembukaan sudah resmi dilaksanakan Senin (21/2) kemarin. Dimeriahkan juga dengan Tarian Topeng Ireng dari Paguyuban Reog Tanubatang Kecamatan Selo. 


Terpisah, R. Surojo selaku pegiat Budaya turut mengapresiasi di jadikannya makam Beteng sebagaidestinasi wisata religi. Peran KRMH Roy Rajasa Yamin yang sangat peduli terhadap warisan para leluhurnya. 

Apa Kabar Suksesi Pura Mangkunegaran? Dua Bulan Sepeninggal MN IX Tahta Masih Kosong


“Hal tersebut saat ini sangat di butuhkan bagi keberlangsungan Projo Mangkunegaran,” tuturnya. 


Ditambahkan Surojo, peran dari KRMH Roy Rajasa Yamin yang juga digadang-gadang bisa menggantikan kedudukan Adipati Mangkunegoro sebelumnya yang telah mangkat dinilai tepat.  


“Karena itulah kerabat dan para pinisepuh Mangkunegaran hendaknya dapat memilih sosok yang tepat untuk mengisi kekosongan kursi Adipati Mangkunegara. Agar projo Mangkunegaran tetap kuncara sepanjang masa,” pungkasnya.***

Artikel Terkait