KLHK Segel Perusahaan Tambang Bauksit Ilegal di Kepulauan Riau

23 September 2021, 23:12 WIB

SKALA.ID – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),segel perusahaan bauksit PT YBP di Kawasan Hutan Produksi Terbatas Sungai Gelam – Sungai Marok Tua – Tanjung Sembilang Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan (Kepri

Tindakan tegas dilakukan tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang terdiri atas Direktorat Penegakan Hukum (Gakkum) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga, Kepri karena aktifitas penambangan tersebut illegal.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Dirjen Gakkum) KLHK Rasio Ridho Sani menjelaskan, aktivitas penambangan bauksit ilegal diketahui dari hasil pendataan dan analisis spasial penggunaan kawasan hutan yang tidak prosedural terutama di wilayah Kepri.

Baca Juga: Pantau Perkembangan PTM, Ganjar Minta Rutin Dilakukan Tes Acak

“Tim operasi mengamankan 2 unit alat berat, 8 unit dump truck, menyegel areal stockpile dan alat pengolahan bijih bauksit, serta memasang papan larangan di areal PT. YBP di Desa Tinjul, Kecamatan Singkep Barat, Provinsi Kepri,” ujar Dirjen Gakkum KLHK dalam keterangan resminya Kamis (23/9/2021).

Lebih lanjut Dirjen Gakkum KLHK menjelaskan, pemerintah mengedepankan hukum restoratif (restorative justice) dalam penyelesaian permasalahan penggunaan kawasan secara tidak prosedural untuk perkebunan maupun pertambangan melalui Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.

Kendati demikian, kata dia, kegiatan pertambangan atau perkebunan di dalam kawasan hutan yang dilakukan setelah terbitnya UU Cipta Kerja merupakan tindak pidana dan akan dilakukan penegakan hukum.

Baca Juga: Senyum Bahagia Mbah Surip Saat Terima Kursi Roda dari Anggota Komisi VIII DPR RI Paryono: Mugi Berguna Gih Mbah

“Pertambangan ilegal merupakan kejahatan luar biasa yang menimbulkan dampak kerusakan lingkungan dan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi negara, untuk itu pelaku kejahatan ini harus dihukum seberat-beratnya,” jelas dia.

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan KLHK Sustyo Iriyono mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Lingga yang mendukung operasi penyegelan tambang ilegal bauksit tersebut.

Dalam operasi penyegelan itu, lanjut dia, tim mengamankan barang bukti berupa dua unit alat berat excavator dan delapan unit dump truck di Pos Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Dabo Pemkab Lingga.

Baca Juga: PPKM Soloraya Turun Level, Presiden Jokowi Tinjau Vaksin Door to Door di Wilayah Klaten dan Sukoharjo

“Selain barang bukti, tim juga mengamankan dua orang pekerja dan delapan sopir dump truck untuk dimintai keterangannya oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) LHK guna mengungkap dan menjerat penanggungjawab aktor intelektualnya,” imbuh dia.****

Artikel Terkait