KKP Lepas Ekspor Perdana Gurita Beku ke Jepang

25 September 2021, 00:18 WIB

SKALA.ID – Sebanyak 10.260 kilogram gurita beku asal Pulau Simeuleu Provinsi Aceh diekspor ke Jepang. Pelepasan perdana dilakukan oleh Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Rina mengungkapkan komoditas ini merupakan yang pertama dari Simeuleu.

“Hari ini kita melepas pertama kali dalam sejarah BKIPM Aceh yaitu produk perikanan gurita beku,” kata Rina saat pelepasan , Jumat (24/9/2021).

Baca Juga: Kenalkan Tenun Ikat Khas Kediri, Agar di Kenal Dunia

Rina menambahkan, keberhasilan ekspor senilai Rp.885.903.920 ini berkat sinergitas para pemangku kepentingan mulai dari BKIPM, Pemda Simeuleu, Perum Perindo, serta Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP).

Dimulai dari Perum Perindo yang bertindak sebagai Unit Pengolah Ikan (UPI) yang menggunakan internal cold storage (ICS) yang dibangun KKP melalui Ditjen PDSPKP.

Selanjutnya, terdapat penerbitan sertifikat kelayakan pengolahan (SKP) oleh Ditjen PDSPKP dan penerbitan hazard analysis critical control point (HACCP) oleh BKIPM.

Baca Juga: 25 Ribu Relawan Dukung Perhelatan PON XX Papua

“Kami di ujung (proses) dapat memoles lebih indah dengan sertifikat HACCP sehingga produk perikanan Simeulue dapat diterima pasar Jepang,” terangnya.

Sementara Bupati Simeulue, Erly Hasyim, berharap ekspor perdana dari Simeulue ke Negeri Sakura ini bisa menjadi momentum kebangkitan sektor kelautan dan perikanan di wilayahnya.

Dia menegaskan jajarannya berkomitmen menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai penopang ekonomi andalan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: 3 Pengedar Narkoba Ditangkap Satnarkoba Karanganyar, Target Jual Sabu Kepada Remaja

Adanya hibah dari KKP berupa 1 unit ICS pada 2017 juga dianggap telah memberikan dampak ekonomi pada sektor hilir bagi pelaku usaha perikanan dan Pemda Simeulue yang salah satunya berdampak terhadap peningkatan ekspor komoditas hasil perikanan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Peningkatan volume dan nilai produksi perikanan Simeulue terus digenjot melalui bantuan sarana dan prasarana perikanan sehingga komoditas unggulan perikanan Simeulue mampu memenuhi pasar lokal dan dapat bersaing dan diterima di pasar internasional,” terang Erly.

Dalam kesempatan tersebut, Erly juga mengapresiasi ekspor perdana produk kelautan dan perikanan Simeulue yang telah membuat catatan sejarah. Selama ini, belum pernah dilakukan ekspor langsung dari Simeulue menuju negara tujuan.

Baca Juga: Makin Tahun Lahan Petani Kian Menyusut Tergerus Alih Fungsi Lahan

“Kita ketahui bahwa selama ini hasil perikanan Simeulue yang terus dijual ke Medan dan yang melakukan ekspor adalah pelaku usaha Medan,” ujarnya.

Senada, anggota Komisi IV DPR, TA Chalid menyebut ekspor perdana ini sebagai bentuk nyata sinergitas di lapangan. Terlebih ICS yang dipakai adalah bantuan dari KKP dan menunjukkan dana pusat yang disalurkan ke Aceh khususnya Simeulue menjadi berkah bagi masyarakat setempat.

“Dananya tidak mubazir dan tentunya hal ini akan menjadi perhatian dari kami sehingga kami dari DPR RI bisa mendorong untuk lebih mengoptimalkan anggaran di KKP agar bisa memberikan lebih banyak lagi anggaran Ke Aceh, khususnya Simeulue,” kata legislator Dapil Aceh ini.****

Artikel Terkait