Kisah Kakek Kadri, Mencintai Gunung Lawu Hingga Detik Terakhirnya Ditemukan Meninggal

Berkat jasanya yang membantu supply semua kebutuhan warung Mbok Yem, membuat para pendaki bisa menikmati makan nasi pecel dan juga teh panas di puncak gunung Lawu

9 September 2021, 23:35 WIB

SKALA.ID – Kepergian Kadri warga desa Gonggang, Kecamatan Poncol Kabupaten , menyisakan banyak kenangan.

Tak hanya bagi keluarga, namun juga para para relawan dan pendaki yang selama ini kerap menyambangi . Meski usiannya sudah tak lagi muda, namun Kadri dikenal sangat energik dan membuat decak kagum.

Bagaimana tidak di usia yang tidak muda lagi, naik turun puncak menjadi aktifitas rutinnya. Medan yang menanjak dan terkadang harus berhadapan dengan cuaca ekstrim puncal Lawu tidak dirasakannya.

Baca Juga: Jalur Pendakian Lawu Kembali Buka, Jumlah Pendaki Dibatasi

Sebelum ditemukan meninggal di puncak Gunung Lawu, seperti biasa Kadri selalu mengantar kebutuhan sembako bagi di puncak gunung Lawu.

Tak hanya barang kebutuhan warung, Kadri pun selalu mengirimkan kayu bakar untuk memasak di warung yang ada di puncak Gunung pemisah Jawa Tengah dan Jawa Barat tersebut.

Warung Mbok Yem di puncak gunung Lawu,sudah tk asing lagi bagi para pendaki yang biasa naik ke puncak Gunung yang dahulunya bernama Wukirmahendra ini. Warung ini berada di kawasan Argo Dalem, persisnya di bawah puncak Gunung Lawu.

Baca Juga: Pengemudi Masuk Jateng via Cemoro Kandang Dicegat, Tak Bisa Tunjukan Kartu Vaksinasi, 25 Pengemudi Disuntik Vaksin

Berkat jasanya yang membantu supply semua kebutuhan warung Mbok Yem, membuat para pendaki bisa menikmati makan nasi pecel dan juga teh panas di puncak gunung Lawu.

Itu sudah dilakukan Kardi selama 30 tahun terakhir. Hingga akhirnya jasadnya ditemukan dalam keadaan meninggal pada Selasa 7 September 2021 dan dievakuasi tim relawan ke rumah duka di Desa Gonggang pada Rabu 8 September 2021 sekitar pukul 18.30 WIB dan langsung dimakamkan.

Artikel Terkait