Keunikan Desa Sade, Salah Satunya Tradisi Kawin Culik

Desa Sade dikenal sebagai desa yang tetap mempertahankan adat suku Sasak/Indonesia.go.id

15 Mei 2022, 17:03 WIB

SKALA.ID –  Desa Sade dikenal sebagai desa yang tetap mempertahankan adat suku Sasak. Penduduk Desa Sade di Rembitan, Lombok Tengah masih berpegang teguh menjaga keaslian desa.

Dapat dikatakan, Sade adalah cerminan suku asli Sasak Lombok. Ada beberapa hal unik yang di ada di desa wisata tersebut.

  1. Bangunan rumah khas desa Sade.

Bangunan rumah yang terkesan sangat tradisional. Atapnya dari ijuk, kuda-kuda atapnya memakai bambu tanpa paku, tembok dari anyaman bambu, dan langsung beralaskan tanah.

Ada satu rumah yang tidak boleh dimasuki wisatawan, yaitu rumah tempat penyimpanan pusaka Suku Sasak.

  1. Tradisi Kawin Culik

Di ini terdapat tradisi kawin culik, para jejaka harus berani menculik pujaan hatinya untuk mengahiri masa lajang. Sedangkan para gadis di diwajibkan untuk bisa menenun. Jika gadis di belum bisa menenun, maka tidak diperbolehkan untuk menikah.

Keunikan lain di dusun adalah pohon cinta. Tanaman pohon cinta di Desa Sade merupakan pohon nangka yang kini sudah lapuk dimakan usia.

Hikayat pohon ini menjadi titik pertemuan sepasang kekasih baik yang akan memadu cinta maupun yang akan melangsungkan pernikahan.

Dari sinilah para lelaki akan membawa ‘kabur’ calon istrinya. Pohon cinta tumbuh di tengah-tengah pemukiman desa.

  1. Mengepel Lantai Gunakan Kotoran Kerbau

Warga desa punya kebiasaan khas yaitu mengepel lantai menggunakan kotoran kerbau. Jaman dahulu ketika belum ada plester semen, orang Sasak Sade mengoleskan kotoran kerbau di alas rumah. Konon, dengan cara begitu lantai rumah dipercaya lebih hangat dan dijauhi nyamuk.***

Artikel Terkait