Ketua KPK : Korupsi Terjadi Karena Ada Kekuasaan, Kesempatan, dan Keserakahan.

11 November 2021, 20:38 WIB

SKALA.ID – Seluruh Bupati/Wali Kota dan pimpinan DPRD mendengarkan arahan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri dalam rapat koordinasi pemberantasan korupsi terintregasi.

Dalam kesempatan itu, Firli memberikan arahan terkait titik-titik potensi korupsi. Selain itu, ia juga memberikan cara pencegahan yang bisa dilakukan kepala daerah, agar tidak terjerumus dalam praktik korupsi.

Menurut Firli korupsi itu bisa terjadi karena ada , kesempatan, dan . Satu hal yang bisa dilakukan untuk menghindari hal tersebut adalah integritas.

“Kami selalu berkoordinasi dengan inspektorat di daerah, sebagai upaya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi. Semua kepala daerah berintegritas dan sadar, bahwa korupsi itu perbuatan jahat karena merampas hak-hak masyarakat,” ucap Firli, Kamis (11/11/2021).

Firli juga berpesan agar semua kepala daerah tidak boleh takut dengan KPK. Selama mereka bekerja sesuai aturan dan tidak melakukan pelanggaran, maka tidak akan dipersoalkan.

“KPK tidak pernah mencari-cari kesalahan, tapi kesalahan pasti bisa kami temukan,” tandasnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sampaikan dirinya sengaja mengumpulkan seluruh kepala daerah dan pimpinan DPRD se-Jateng untuk mengingatkan kembali agar tidak melakukan korupsi.

“Kehadiran pimpinan KPK diharapkan bisa menjadi pengingat mereka, untuk memastikan pemerintahan berjalan dan anggaran negara dilaksanakan dengan baik,” ucap Ganjar.

Ganjar menyebut dalam pertemuan itu lanjut Ganjar, KPK sudah memaparkan area-area yang rawan praktik korupsi. Misalnya, jual beli jabatan, kolusi, pungli, perizinan, dan lainnya. Diharapkan para kepala daerah dan pimpinan DPRD se-Jateng bisa memahami dan berusaha sekuat tenaga agar tidak terjebak dalam pusaran korupsi.

“Semua harus mencegah itu. Mudah-mudahan kawan-kawan semua jadi paham dan tidak melakukan itu. Kalau masih nekat, ya ditangkap,” pungkasnya ****

Artikel Terkait