Keren, Anggrek Langka Ini Spesies Asli Indonesia dan Dilindungi

Foto istimewa/wikipedia

23 Februari 2022, 10:30 WIB

Keren, Langka Ini Spesies Asli Indonesia dan Dilindungi

SKALA. ID – Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan biodiversitas paling lengkap di dunia. Kendati luas wilayahnya hanya 1,3 persen dari luas bumi, tingkat keragaman hayati di Indonesia sangat tinggi.

Dikutip dari laman Indonesia.go.id, keberagaman flora di Indonesia sudah diakui dunia, saat ini
Indonesia berada di peringkat ketujuh di dunia dengan koleksi kekayaan flora. Bahkan, 40 persen di antaranya adalah tumbuhan endemik alias hanya tumbuh di Indonesia.

Mengutip pernyataan Cecep Kusmana dan Agus Hikmat, dua ahli tumbuhan Indonesia, dalam Keanekaragaman Hayati di Indonesia (2017), di negara Indonesia terdapat 25 persen dari total spesies tumbuhan berbunga yang ada di dunia.

Program Mageri Segoro, Hampir 1 Juta Pohon Mangrove Sukses Tertanam

Artinya, di Indonesia sejauh ini terdapat 20.000 jenis tumbuhan berbunga. Itu menjadikan kita berada di peringkat ketujuh di dunia dengan kekayaan flora sebanyak itu. Bahkan, 40 persen di antaranya adalah tumbuhan endemik alias hanya tumbuh di Indonesia.

Salah satunya adalah , tumbuh-tumbuhan dari keluarga Orchidaceae atau disingkat orchid, istilah yang diperkenalkan pada 1845 oleh botanis terkemuka Inggris, John Landley. merupakan tanaman paling mudah beradaptasi dengan lingkungannya. Mereka tumbuh di mana saja, bisa di dataran rendah hingga tinggi. Mulai dari kawasan bersuhu panas hingga dingin.

Di dalam buku Anggrek Spesies Indonesia yang diterbitkan oleh Direktorat Pembenihan Hortikultura Kementerian Pertanian, setidaknya telah teridentifikasi sekitar 750 famili, 43.000 spesies, dan 35.000 varietas hibrida anggrek dari seluruh penjuru dunia.

Sebanyak 5.000 spesies, di antaranya, tumbuh di Indonesia. Beberapa di antara jumlah tersebut diketahui merupakan spesies asli Indonesia, baik yang tumbuh di hutan belantara maupun telah dibudidayakan oleh masyarakat. Dari jumlah itu, 986 spesies tersebar di Pulau Jawa, 971 spesies berada di Pulau Sumatra, 113 spesies tumbuh di Kepulauan Maluku, dan sisanya bisa ditemukan di Sulawesi, Irian Jaya, Nusa Tenggara, dan Kalimantan.

Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo Ulang Tahun di Tanggal Cantik 22-02-2022, Para Kolega hingga Staf Sekretariat Siapkan Hadiah Kejutan

Salah satu spesies tersebut adalah anggrek kantung atau dikenal juga sebagai anggrek selop. Tanaman hias dari genus Paphiopedilum ini dikenal sebagai tumbuhan terresterial atau anggrek yang tumbuhnya di tanah.

Pada kategori itu, terdapat juga genus Spathoglottis dan Calanthe. Sedangkan anggrek yang tumbuhnya menempel pada tanaman lain dan tidak bersifat parasit dikenal sebagai epifit. Di kategori ini ada genus Dendrobium, Bulbophyllum, dan Coelogyne.

Habitat alami dari beberapa Paphiopedilum ini semakin menyempit dan terancam oleh konversi fungsi lahan terutama untuk perkebunan. Selain itu eksploitasi di alam secara berlebihan (overcollection) oleh oknum masyarakat menjadi penyebab lain dari semakin menyusutnya populasi anggrek kantung.

Saat ini, seluruh spesies anggrek Paphiopedilum yang berasal dari alam telah masuk ke dalam daftar Appendiks I Konvensi Internasional Perdagangan Spesies Langka Flora dan Fauna Liar (Convention on International Trade in Endagered Species of Wild Fauna and Flora).

Berdasarkan status tersebut, anggrek kantung tidak diperkenankan keluar dari negara asalnya kecuali hanya untuk keperluan nonkomersial maupun penelitian. Untuk itu diperlukan perizinan resmi dan pengawasan sangat ketat dari pemerintah. Prosedur pengurusan dokumen perizinan dan persetujuan dari otoritas CITES perwakilan Indonesia juga tetap diperlukan.

Keterancaman anggrek kantung tersebut juga dimuat dalam hasil penelitian berjudul Baseline Study on Paphiopedilum (Orchidaceae) Conservation Strategies in Indonesia yang dilakukan Pusat Riset Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya pada 2021.***

Artikel Terkait