Kepergok Mencuri HP,  Pelaku Justru Menganiaya Korbannya Hingga Babak Belur

Rilis kasus di Polres Sragen, kepergok curi HP justru aniaya korban

11 Maret 2022, 04:26 WIB

SKALA.ID – Kepergok pemilik rumah saat akan mencuri HP,  AIP alias Badrun malah nekat menganiaya dua orang yang ada di rumah. Aksi nekatnya kini berujung di terali besi.  


Setelah menganiaya korban yang merupakan warga Bangunsari Kelurahan Sragen Kulon Kecamatan Sragen Kota, Badrun langsung melarikan diri.  Hingga akhirnya diamankan anggota Satreskrim .  


Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi dalam keterangannya melalui Kanit Reserse Umum Sat Reskrim Ipda Setia Pramana, menjelaskan penangkapan terhadap pelaku bermula dari laporan keluarga korban ke Mapolres Sragen. 


“Dari korban melapor telah dianiaya oleh seseorang, diduga akan melakukan pencurian, namun kepergok pemilik rumah,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (10/3). 


Kronologis kejadian bermula saat salah satu keluarga Hariyanto, yakni Endang Tri Winarni memergoki pelaku di kamarnya. 

Mantap! Militer Indonesia Masuk 20 Besar Terkuat di Dunia, Diatas Arab Saudi, Spanyol Dan Israel


“Endang langsung berteriak maling..maling..hingga membuat pelaku panik, kemudian memukuli korban Endang dengan kedua tangganya ke bagian muka hingga babak belur,” jelas Ipda Setia.
Puas memukul korban, pelaku kemudian berniat keluar kamar. Sayang bertemu dengan Hariyanto di pintu kamar. Pelaku semakin kalap dan melakukan pemukulan kepada Hariyanto dengan cara membabi buta hingga babak belur di bagian muka dan bagian tubuh lainnya.  


“Korban Hariyanto sebelumnya juga ditendang oleh pelaku hingga terpental,” imbuhnya.  


Meski pelaku telah di halang halangi oleh kedua korban saat mencoba kabur, namun akhirnya pelaku berhasil lolos, melalui pintu garasi, dimana ia masuk sebelumnya.


 Dari peristiwa itu, kemudian petugas melakukan penyelidikan, dan menangkap pelaku, yang merupakan tetangganya sendiri. 


Akhirnya petugas kepolisian pada (24/2) sekira pukul 02.00 WIB di rumahnya. Pelaku kini telah di tetapkan sebagai tersangka dalam perkara pencurian dengan kekerasan, sebagaimana dimaksud pasal 365  Ayat (1) dan Ayat (2)  Ke-1 E KHUP, dengan ancaman hukuman 12 tahun

“Diketahui juga pelaku adalah residivis kasus pencurian,” pungkasnya. 

Artikel Terkait