Kememparekraf Sandiaga Uno Gandeng Pemprov NTB Hadirkan Program Untuk Mendorong Suksesnya MotoGP Mandalika 2022.

Kemenparekraf gandeng pemprov NTB membuat program untuk mendorong suksesnya MotoGP/

19 Februari 2022, 23:11 WIB

SKALA.ID – Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif () jalin bekerja sama dengan pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk menghadirkan program yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu guna menyukseskan ajang MotoGP Mandalika 2022.

Memparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, sebut nantinya program itu, akan berbentuk paket wisata menarik yang sudah mencakup penginapan di Gili Tramena, konsumsi, shuttle kapal dan bus, serta tiket menonton MotoGP, dengan harga Rp1,5 juta.

Hal tersebut dilakukan guna memaksimalkan 98 Sarhunta (Sarana Hunian Pariwisata) yang telah selesai dibangun oleh pemerintah, dan tersedia sekitar 6.000 kamar.

Mandalika Kembali Mendunia, Gelar LEtape Indonesia by Tour de France

“Ini adalah opsi yang konkrit, yang riil, tadi kami hitung bersama dengan Pak Kadis untuk di homestay kita bisa menjual paket sekitar Rp1,5 juta sudah include menonton perhelatan MotoGP, ” ucap Sandiaga Sabtu (19/2/2022) dalam siaran persnya.

Ini bentuk kebijakan yang sangat tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat manfaat untuk penggemar MotoGP yang boleh dibilang sekarang sedang mempersiapkan kunjungannya dan Pak Wakil Bupati sebagai bagian dari pimpinan di Kabupaten Lombok Utara ini akan merasakan juga tetesan manfaat dari perhelatan MotoGP,” kata Menparekraf Sandiaga.

Menurut Sandiaga hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo bahwa MotoGP ini harus berdampak kepada seluruh masyarakat disegala lapisan, termasuk juga nanti pengelola homestay.

Kemenparekraf Launching Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022, Ini Ketentuannya

“Jadi saya tugaskan Pak Kadis segera kita luncurkan paket ini Rp1,5 juta termasuk shuttle laut dan darat, dan siap untuk menonton dari pukul 10.00 – 15.00 WITA. Sehingga mereka berangkat dari Gili pukul 07.00 atau 08.00, dan kembali di pukul 06.00 atau 07.00 sudah ada di Pelabuhan Bangsal,”papar Menparekraf.

Sandiaga pun berharap, program itu dapat menjadi sinyal kebangkitan ekonomi, memulihkan usaha para pelaku parekraf di Gili Tramena dan membuka lapangan kerja yang lebih luas.

“Kami berpihak dengan teman-teman yang ada di Gili Tramena, kita berharap ini menjawab kebutuhan masyarakat,” tutup Sandiaga.***

Artikel Terkait