Keberadaan Sosok Ini, Menjadi Bagian Sejarah Kota Solo

Makam Kyai Ageng Henis, sosok yang menjadi bagian sejarah kota Solo

1 April 2022, 17:43 WIB

SKALA.ID – Nama tidak bisa lepas .
Dalam Serat Kandha disebutkan merupakan guru spiritual Sultan Hadiwijaya saat belum naik tahta menjadi raja atau masi bernama Joko Tingkir / Mas Karebet.

Dilansir dari laman pariwisata kota Solo, sosoknya mengabdi kepada Sultan Hadiwijaya sebagai sesepuh dan orang penting di Kasultanan Pajang. Dengan demikian, adalah leluhur raja-raja Mataram yang kemudian melahirkan peradaban kerajaan baru seperti Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kaultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Mangkunegaran dan Pakualaman.

Kyai Ageng Henis adalah putera Ki Ageng Sela, keturunan langsung Brawijaya V, raja terakhir Majapahit. Kyai Ageng Henis memiliki dua putera, yaitu Ki Ageng Pemanahan dan Ki Ageng Karatongan.

Delegasi Internasional Dalam Pertemuan TIIWG G20 Dikenalkan Keunikan Kota Solo

Pemanahan menikah dengan sepupunya bernama Nyai Sabinah dan mempunyai 26 putra-putri. Sulungnya bernama Adipati Manduranegara, dan putera kedua adalah Sutawijaya yang kemudian menjadi Raja Mataram pertama bergelar Panembahan Senopati.

Kyai Ageng Henis sendiri merupakan putra bungsu dari tujuh bersaudara, dimana semua saudaranya perempuan.

Kyai Ageng Henis juga seorang pendakwah atau ulama yang pernah mengislamkan Ki Ageng Beluk, tokoh masyarakat Laweyan beragama Hindu (Syiwa) pada saat itu. Ki Ageng Beluk lantas menyerahkan tempat ibadah pura kepada Ki Ageng Henis yang kemudian diubah menjadi Masjid Laweyan yang sampai sekarang masih ada peninggalan sejarahnya. ***

Artikel Terkait