Jamasan Keris Peninggalan Mangkuneoro VIII, Kyai Pamot di Gelar di Bulan Suro

27 Agustus 2021, 23:20 WIB

KARANGANYAR – Tradisi jamasan bagi masyarakat Jawa di bulan Suro tetep dipertahankan dan tidak bisa ditinggalkan. Kondidi pandemi Covid-19 tetap dilaksanakan ditengah pandemi.

Seperti jamasan pusaka milik yang disimpan di rumah dinas Bupati Karanganyar kembali di gelar. Pusaka yang dirawat secara turun temurun oleh Bupati Karanganyar itu dijamas (dibersihkan) oleh abdi dalem dari Pura Mangkunegaran, di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (26/8) malam.

Keris yang disimpan di dalam kotak berwarna coklat dengan motif ukir oleh kemudian diserahkan pada perwakilan dari Pura Mangkunegaran Solo, KRMT Lilik Priharso Tirtodiningrat.

Baca Juga: Nikmati Secangkir Kopi Hangat Sambil Menikmati Kabut Gunung Lawu

“Jamasan ini digelar setahun sekali sesuai kalender Jawa di bulan Suro. Ini tradisi sebagai bagian dari merawat pemberian berupa keris dari . Itu sebagai simbol penanda ,” jelas Bupati Juliyatmono usai acara jamasan Kyai Pamot.

Ritual jamasan menggunakan kemenyan, kembang setaman, jeruk nipis, minyak cendana. Usai di jamas keris kembali dimasukkan ke rangka dan dimasukkan ke dalam kotak yang di hias rangkaian kembang melati.

Kotak dikembalikan pada Bupati dan disimpan kembali ke tempat semula. Prosesi jamasan keris Kyai Pamot berlangsung secara sederhana dan khidmat dengan menerapkan protokol kesehatan. (Ian) ***

Artikel Terkait