Inilah Tanggapan Pemerhati Budaya UNS Terkait Viral Adopsi Boneka Arwah

boneka arwah di Indonesia bukanlah sesuatu yang baru.

8 April 2022, 22:53 WIB

SKALA.ID – Sempat viral belakangan ini sejumlah pemberitaan beberapa artis yang mengadopsi atau spirit doll sebagai anak mereka. Bahkan diberlakukan layaknya seperti pada anak sesungguhnya.

Menanggapi fenomena tersebut
pemerhati budaya Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Tundjung Wahadi Sutirto, menyebut di Indonesia bukanlah sesuatu yang baru. Sudah ada sejak jaman nenek moyang dahulu.

“Sejak lama sudah ada tradisi mempercayai . Dalam mitologi Jawa ada perilaku supranatural menggunakan media visual, seperti boneka, untuk berdialog dengan entitas arwah,” jelasnya dikutip dari laman uns.ac. id.

Ritual Di Sendang Sinangka, Godaan Gaibnya Wanita Cantik

Termasuk di daerah lain juga terdapat fenomena permainan supranatural dengan menggunakan boneka atau visualisasi wujud manusia.

“Dalam budaya Jawa misalnya, boneka yang dipercaya sebagai media mendatangkan arwah adalah Jalangkung. Sedangkan, di daerah lain disebut Nini Thowok atau Nini Thowong,” jelas dosen yang juga seorang budayawan.

Tundjung menyebut, keberadaan boneka arwah dalam mitologi Jawa erat kaitannya dengan perkembangan animisme dan dinamisme.

Dalam berbagai khasanah dan pustaka sejarah disebutkan sejak zaman Mesolitikum sudah muncul kepercayaan terhadap kekuatan roh.

Menengok Tradisi Meteng Pitung Beruk, Ritual Mengelabui Musuh

Kemudian, hadirnya paham Hindu-Budha semakin memperkaya kepercayaan terhadap roh yang sebelumnya sudah ada. Hal ini, menurut Tundjung, mendorong manusia untuk hidup dan membangun harmonisasi dengan entitas roh.

Hasil harmonisasi itulah yang kemudian melahirkan perilaku menghadirkan roh dalam visualisasi diri orang dan boneka atau benda bertuah.

“Dalam tradisi seni pertunjukkan menghadirkan roh dalam penampilannya banyak dijumpai di Jawa seperti Jathilan, Sintren, Jaran Kepang dan sebagainya,” pungkas Tundjung.***

Artikel Terkait