Inilah Lima Point Hasil Dialog Tokoh Majelis Agama

27 September 2021, 18:22 WIB

SKALA.ID – Dialog Tokoh yang dihadiri oleh para tokoh lintas agama sepakat menghasilkan lima butir deklarasi bersama bertajuk “Deklarasi Agama-agama untuk yang Adil dan Damai”.

Para tokoh lintas agama ini terdiri dari Majelis- yang terdiri dari Majelis Ulama (MUI), Persekutuan Gereja (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Parisada Hinda Dharma Indonesia (PHDI), Perwakilan Umat Budha Indonesia (WALUBI) Majelis Tinggi Agama Konghucu Indoensia (MATAKIN) dan Kementerian Agama RI.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/9/2021) sampaikan penguatan moderasi beragama mengacu pada sikap dan praktik keagamaan yang memiliki komitmen kebangsaan, penghormatan terhadap kearifan lokal, toleran.

Baca Juga: Ribuan Warga Bandung Ikuti Serbuan Vaksinasi Di Seskoau

“Termasuk juga mengutamakan praktik beragama tanpa kekerasan,” jelasnya.

Dan inilah lima butir deklarasi yang dihasilkan oleh para tokoh lintas agama di Indonesia.

Pertama, kami berkeyakinan bahwa agama-agama di Indonesia hadir membawa misi kemanusiaan, keadilan, persatuan, dan perdamaian untuk seluruh umat manusia tanpa kecuali. Segala bentuk diskriminasi, kekerasan, kebencian, dan perusakan tempat ibadah bertentangan dengan misi luhur dan tujuan fundamental kehadiran agama.

Baca Juga: Miliki Gedung Baru, RS PKU Muhammadiyah Karanganyar Punya Maksimalkan Pelayan Bagi Umat

Kedua, kami berketetapan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Tahun 1945 adalah bentuk final sebagai kesepakatan bangsa yang tidak boleh diubah oleh siapapun. Segala bentuk gerakan yang hendak mengubah ideologi negara dan kesepakatan bangsa ini bertentangan dengan kehendak agama-agama.

Ketiga, kami berjanji dengan sepenuh hati untuk mempertahankan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, UUD Negara Tahun 1945, dan prinsip Binneka Tunggal Ika dalam kehidupan bersama di Indonesia sebagai panggilan ajaran keagamaan kami.

Keempat, kami bersepakat untuk senantiasa meningkatkan kualitas kerukunan, toleransi, dan kebersamaan antar umat agama dalam menyelesaikan segala problematika sosial kemanusiaan, kebangsaan, dan kemasyarakat demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang adil, damai, dan sejahtera.

Baca Juga: Sandiaga-Bamsoet Sepakat Industri Modifikasi Otomotif Miliki Payung Hukum

Kelima, kami bertekad untuk hidup bersama secara rukun, damai, dan adil dalam keragaman agama berdasarkan prinsip dasar kemanusiaan, kebangsaan, dan kesederajatan sebagai warga negara dan warga masyarakat.****

Artikel Terkait