ini Ternyata Bahan Baku Noken Khas Mimika Papua

11 Oktober 2021, 18:10 WIB

SKALA.ID – Suku Kamoro di Kabupaten Mimika, dikenal memikiki budaya dan kemampuan seni baik. Dimana kaum lelaki yang pandai seni ukir kayu, kaum wanita (mama-mama) Suku Kamoro rata-rata memiliki keahlian membuat kerajinan, salah satunya adalah tas .

Pengrajin di Sanggar Ae Wamuta Jaya, Mama Emeliana Mutaweyau menjelaskan, Kamoro dibuat dari tumbuhan liar yang hidup di rawa- rawa. Sama dengan bahan baku pembuatan tikar.

Menurut Emeliana, kerajinan yang dibuat merupakan noken asli suku Kamoro. Berbeda dengan noken yang dibuat oleh suku yang mendiami di pegunungan.

Baca Juga: Tiba di Papua, Jokowi Siap Buka PON XX

Bahan baku rumput terlebih dahulu direbus. Setelah itu dijemur hingga kering. Selanjutnya rumput dianyam hingga menjadi noken, tikar dan lainnya.

“Kalau orang Kamoro bilang ini Etae yang berarti noken,” kata Emeliana dikutip dari InfoPublik.go.id

Ia mengaku bisa menghasilkan satu noken setiap hari. Jika mulai mengayam pagi hari, maka malam sudah bisa selesai satu noken.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Tertawa Nemu Sambel Pete Saat Sambangi Wisma Atlet di Papua: Kalian Anak-anak Hebat

Tak hanya membuat noken polos, ia mengaku juga membuat noken dengan motif bunga atau lainnya.

Untuk satu noken harganya bervariatif mulai Rp200 ribu sampai Rp1juta, tergantung motif dan ukuranya.

Noken biasa dipakai untuk membawa barang seperti hasil pokok sagu, ikan, sampai barang-barang belanjaan.

Baca Juga: Kapolri Pastikan Kesiapan Pengamanan Pelaksanaan PON Papua

Emeliana menceritakan, produk hasil rajutanya langsung dijual di sanggar.

Artikel Terkait