Hindari Risiko Bencana Krakatau, Hewan Rencananya Species Ini Dipindah ke Wilayah Taman Nasional Halimun

Pada 1967 populasinya diperkirakan tinggal 25 ekor, naik menjadi 56 ekor pada 1982, turun lagi ke 47 ekor di tahun 1992, dan kini berkembang mencapai 75 ekor

8 September 2021, 19:26 WIB

SKALA. ID – Keberadaan (Rhinoceros sondaicus) di Taman Nasional Ujung Kulon () terus bertambah. Tercatat empat ekor bayi lahir setahun terakhir ini.

Dengan bertambahnya empat ekor bayi itu tersebut, maka populasi badak jawa (Rhinoceros sundaicos) di Ujungkulon ada 75 ekor. Populasi terbesar yang pernah tercatat pada sepanjang sejarah pengelolaan TN Ujungkulon.

Pada 1967 populasinya diperkirakan tinggal 25 ekor, naik menjadi 56 ekor pada 1982, turun lagi ke 47 ekor di tahun 1992, dan kini berkembang mencapai 75 ekor.

Dilansir dari laman ksdae.menlhk.go.id, Direktur Jenderal (KSDAE), (KLHK) Wiratno sebut kelahiran empat anak Badak Jawa di Ujungkulon ini merupakan salah satu contoh keberhasilan perlindungan penuh (full protection) Badak Jaawa dan habitatnya aslinya di TN Ujungkulon

“Badak Jawa sebagai flagship species tetap terjaga bahkan berbiak seiring dengan peningkatan kualitas habitatnya. Sehingga harta pusaka keragaman hayati bisa dipertahankan,” jelas Wiratno.

Wiratno mengakui bahwa keberhasilan di Ujungkulon itu juga berkat bantuan dan partisipasi banyak pihak, terutama masyarakat sekitar taman nasional.

“Kami sampaikan terima kasih dan penghargaan pada semua pihak yang telah membantu pelestarian badak jawa di Taman Nasional Ujungkulon, yamg bukan saja kebanggaan kita melainkan juga kebanggaan masyarakat dunia,” ujarnya.

Artikel Terkait