Gunung Merapi Kembali Keluarkan 19 Kali Guguran Lava Pijar

Gunung yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah ini mengalami 38 kali gempa guguran

6 September 2021, 14:14 WIB

YOGYAKARTA kembali mengeluarkan 19 kali guguran lava pijar, pada Senin 6 September 2021 pukul 00.00 hingga 06.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi () Hanik Humaida, melalui keterangan tertulis, Senin 6 September 2021 sampaikan guguran lava pijar itu memiliki jarak luncur maksimum 1.000 sampai 1.500 meter ke arah barat daya.

Gunung yang terletak di perbatasan dan Provinsi ini mengalami 38 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-17 mm selama 14-139 detik, 25 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-5 mm selama 8-13 detik.

Baca Juga: Senyum Bahagia Mbah Surip Saat Terima Kursi Roda dari Anggota Komisi VIII DPR RI Paryono: Mugi Berguna Gih Mbah

“Merapi juga mengalami 35 kali gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 3-7 mm selama 7-15 detik, dan dua kali gempa fase banyak dengan amplitudo 5-24 mm selama 5 detik,” jelasnya.

Menurut Henik, selama periode pengamatan Senin pagi ini, asap kawah terpantau berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tingginya 50 meter di atas puncak kawah.

“Saat ini status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga,” imbuhnya.

Baca Juga: Bunuh Istri Suami di Banjarnegara Ditangkap Polisi, Ternyata Ini Motifnya

Guguran lava dan awan panas Gunung Merapi diperkirakan berdampak pada wilayah sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

“Apabila terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak gunung,” pungkasnya.(Put) ***

Artikel Terkait