Geopark Belitong Diakui Dunia, Salah Satunya Juru Sebrang Bekas Bekas Penambangan Timah

21 September 2021, 07:24 WIB

SKALA.ID – Keindahan alam Indonesia sangat diakui dunia. Salah satunya adalah Geopark Belitong, di Provinsi Bangka Belitung. 

Sebanyak 17 geosite yang masuk dalam kawasan Geopark Belitong, yaitu Juru Sebrang, Terong Tourism Village, Kuale Granite Mangrove Forest, Peramun Hill Granite Forest, dan Tanjung Kelayang Trias Granite.

Kemudian ada Batu Bedil Trias Granite Rock, Nam Salu Open Pit, Lumut Hill, Batu Pulas Granite Rock, Cendil Heat Forest, Tebat Rasau Cenozoic Swamp, Burung Mandi Cretacious Granidiorite, Siantu Pillow Lava, Tajam Mountain, Baginda Rocks, Punai Beach, dan Garumedang Tektite.

Baca Juga: Australia Batal Beli Kapal Perang Perancis, Hubungan Sesama Negara Sekutu Tegang

Keragaman dan keunikan alam Belitung sudah lama menjadi daya tarik dunia. Sehingga Geopark Belitong diakui sebagai kawasan karena keunikan geologis, biologis, dan budaya.

Geopark Belitong ditetapkan sebagai Global Geoparks pada Sidang ke-211 Dewan Eksekutif yang diselenggarakan secara virtual dan dipimpin dari Paris, Kamis (15/4/2021), merujuk dari siaran pers KBRI Paris, Minggu (18/4/2021) lalu.  

Dikutip dari laman Indonesia.go.id, keunikan kondisi geologi serta struktur alam Belitung–orang lokal menyebutnya Belitong–kini dimanfaatkan menjadi daya tarik wisata maupun objek penelitian. 

Baca Juga: Kapal Pengayoman IV Tenggelam , Sejumlah Lapas Sampaikan Duka Cita Lewat Medsos

Kenapa Belitong masuk daftar UNESCO? Sebab mereka mengakui keberagaman geologis di dan kepulauan di sekitarnya.

Keberagaman tersebut termasuk lanskap, bebatuan, mineral, proses geologis dan tektonik, serta evolusi bumi di Belitung.

Di kawasan Pulau Belitung terdapat empat potensi warisan geologi bernilai tinggi, yaitu geomorfologi batuan granit perairan Pulau Belitung, peninggalan gunung api purba bawah laut Lava Bantal Siantu.

Baca Juga: Bali Buka Pariwisata, Kemenkumham Tunjuk Imigrasi Menerima Wisman

Penemuan mineral timah terbesar di Asia Tenggara pada Formasi Kelapa Kampit, dan Batu Meteorit (Tektit/Satam) yang tersebar pada zona kuarter alluvial.

Artikel Terkait