Gempa Bali, 3 Orang Meninggal, 7 Lainnya Luka Berat 

Ada lima warga lainnya sudah berhasil dievakuasi di Puskesmas

16 Oktober 2021, 23:48 WIB

SKALA.ID berkekuatan  magnitudo 4.8 yang mengguncang pada Sabtu (16/10) pukul 03.18 WIB, selainmenimbulkan kerusakan bangunan tetapi juga mengakibatkan 3 orang meninggal dunia serta 7 lainnya mengalami luka berat.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Made Rentin melalui keterangan tertulis mengatakangempa bumi berpusat di 8.32 LS dan 115.45 BT pada kedalaman 10 kilometer.

Hal tersebut juga memicu terjadinya longsoran (landslide) dan reruntuhan batu (rockfall) di wilayah Kabupaten Bangli.

Baca Juga: 
PLN UP3 Solo Siapkan Layanan Khusus untuk Peternak Lewat SUPER ELECTRIC CIKHEN

“Proses evakuasi korban oleh tim BPBD di Kabupaten Bangli dan asesmen cepat kerusakan fisik sempat terkendala akses menuju lokasi karena terhalang material longsoran dan runtuhan batu tersebut,” jelasnya.

Piihaknya kemudian melakukan menjangkau lokasi terdampak melalui danau. Pasalnya untuk akses melalui darat tidak bisa dilakukan.

“Sehingga akses ke lokasi kejadian hanya bisa melalui danau untuk sementara,” jelas Made Rentin melalui keterangan resminya.

Baca Juga: 
Rektor UGM Lantik 19 Dekan Baru Periode 2021-2026

Semetara data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi , satu orang warga di Kabupaten Karangasem dilaporkan meninggal dan masih dalam tahap evakuasi dari reruntuhan bangunan.

Selain itu ada lima warga lainnya sudah berhasil dievakuasi di Puskesmas terdekat dan RSUD Karangasem dalam keadaan masih hidup dengan kondisi luka berat.

Sementara delapan lainnya mengalami luka ringan. Korban meninggal dunia lainnya adalah dua orang warga dari Kabupaten Bangli.

Baca Juga:
Makin Tahun Lahan Petani Kian Menyusut Tergerus Alih Fungsi Lahan

Sebelumnya ada 4 jiwa dari 5 KK yang tertimbun reruntuhan bangunan akibat gempa telah berhasil diselamatkan oleh tim dan sudah dilarikan ke Puskesmas terdekat. Sementara 4 jiwa lainnya berhasil menyelamatkan diri masing-masing.

Untuk menghindari adanya informasi yang tidak benar, diharapkan masyarakat dapat mengakses informasi dari pihak-pihak berwenang seperti BNPB dan BPBD setempat serta BMKG. ***

Artikel Terkait