Geger Ribuan Ikan Mati Mendadak di Sungai Cawas Klaten, Apa yang Terjadi?

Penjaga pintu air Dam Tukuman, Parno Sukoco, mengatakan, ikan mati di Sungai Dengkeng kerap terjadi saat musim kemarau seperti ini. Warga juga tidak mengetahui secara pasti apa penyebabnya

12 September 2021, 11:06 WIB

SKALA.ID – Penyuluh Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Kabupaten Klaten, akhirnya buka suara soal ribuan di alur , Cawas, Klaten, Jawa Tengah.

KPP Klaten memprediksi matinya ribuan ikan di alur , Cawas, Klaten itu kemungkinan dipicu booming plankton yang menyebabkan menurunnya kadar oksigen di dalam air, terutama pada malam hari. Kondisi ini biasa terjadi di puncak .

“Volume air yang cenderung diam dan dilihat dari warnanya sepertinya booming plankton ini. Kondisi seperti ini bisa teradi saat musim kemarau yang sangat panas,” papar Petugas Koordinator Penyuluh Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Kabupaten Klaten, Wisnu Wardono,Minggu 12 September 2021.

Baca Juga: Melihat Dari Dekat Desa Penghasil Anak Kembar di Klaten, Jumlah Tersebar di 10 Dukuh

Menurut Wisnu menjelaskan,booming atau ledakan plankton yang cukup besar, fitoplankton terutama,memiliki andil menurunnya kadar oksigen dalam air. Menurunnya oksigen dalam air inilah sangat berpengaruh pada keberadaan ikan-ikan di sekitarnya.

“Ledakan plankton, kalau di siang hari lebih aman karena ada proses fotosintesa sehingga kadar oksigen dalam air lebih bagus. Tapi puncaknya pada dini hari saat tidak ada sinar matahari maka terjadi penurunan kadar oksigen yang sangat tajam, sehingga ikan tidak bisa bernafas dan mati,”paparnya.

Meski begitu, penelitian lanjutan masih diperlukan utuk lebih memastikan apa penyebab kematian ikan di sungai Dengkeng ini.

Baca Juga:Klaten Gempar, Sejumlah Rekening Milik ASN Dikabarkan Raib

“Hasilnya bisa diketahui dalam beberapa hari ke depan,”ungkap Wisnu.

Artikel Terkait