FBI Rilis Dokumen Resmi Pelaku Teror Serangan 9/11, Arab Saudi Diduga Terlibat

Dokumen menjelaskan kontak yang dilakukan pembajak dengan rekanan Saudi di AS

12 September 2021, 17:25 WIB

SKALA.ID – Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) akhirnya merilis sejumlah dokumen pertama mereka terkait investigasi serangan 11 September 2001 atau 9/11.

Dokumen tersebut menyebut ada dugaan keterlibatan pemerintah Arab Saudi terhadap para teroris pelaku serangan tersebut.

Seperti dilansir skala.id dari AlJazeera, Minggu (12/9.2921), dokumen yang dirilis pada Sabtu (11/9) waktu setempat, tepat pada peringatan 20 tahun 9/11, merupakan perintah eksekutif dari Presiden Joe Biden.

Baca Juga: Mahkamah Agung AS Menolak Memblokir Larangan Aborsi Texas

Dalam dokumen yang sudah ada sejak 2016 lalu itu, ada rincian hasil investigasi FBI terkait dugaan adanya dukungan logistik yang diberikan oleh seorang pejabat konsuler Saudi dan seorang tersangka agen intelijen Saudi di Los Angeles kepada setidaknya dua orang yang membajak pesawat pada 11 September 2001 lalu.

Saat dipublikasikan pertama kali, dokumen tersebut masih memuat banyak perubahan redaksi.

Dokumen itu juga merinci beberapa jaringan dan kesaksian yang mendorong kecurigaan FBI terhadap Omar al-Bayoumi, yang konon adalah seorang mahasiswa Saudi di Los Angeles, sebagai agen intelijen Saudi.

Baca Juga: Maskapai Qatar Airline Penerbangan Penumpang Pertama Berangkat dari Afghanistan sejak penarikan AS

Omar al-Bayoumi digambarkan terlibat memberikan bantuan perjalanan, penginapan dan pembiayaan untuk membantu dua pembajak pesawat.

Sebelumnya pada Rabu (8/9), Kedutaan Saudi di Washington DC menyatakan akan menyambut baik dokumen FBI yang akan dirilis pada peringatan 9/11.

Pihaknya juga mengatakan setiap tuduhan bahwa Arab Saudi terlibat dalam serangan 11 September pasti merupakan kesalahan.

Baca Juga: Qatar Airline Mendarat Selamat di Doha Sejak Penerbangan Perdana Dari Afganistan

Perintah Eksekutif Soal Dokumen FBI

Dirilisnya dokumen FBI terjadi usai lebih dari 1.600 orang yang terkena dampak serangan 9/11 mengirimi Biden surat.

Surat tersebut memintanya untuk tak berkunjung ke Ground Zero di New York City dalam acara peringatan 20 tahun serangan 9/11 terkecuali Biden merilis dokumen FBI tersebut.

Surat tersebut juga mempertanyakan peran Arab Saudi dan menuduh pejabat pemerintah Arab Saudi telah terlibat dalam mendukung serangan.

Baca Juga: Dua Mantan Pegawai Suaka Margasatwa Singapura Didakwa Lakukan Korupsi Hingga S$2,4 Juta

Tak lama setelah diterima, Kementerian Kehakiman AS (DOJ) mengumumkan akan meninjau informasi atau dokumen, yang sebelumnya dirahasiakan, terkait dengan serangan 11 September 2001 agar dapat diungkapkan ke publik.

Pada Agustus lalu, seorang juru bicara Kementerian Kehakiman mengatakan bahwa pemerintah telah menginformasikan pengadilan federal Manhattan bahwa FBI baru-baru ini menutup penyelidikan terkait dengan pembajak 11 September tersebut.

“Meskipun perkembangan ini mengikuti putusan Pengadilan Distrik AS yang menegakkan pernyataan hak istimewa pemerintah, FBI telah memutuskan untuk meninjau pernyataan hak istimewa sebelumnya untuk mengidentifikasi informasi tambahan yang sesuai untuk pengungkapan. FBI akan mengungkapkan informasi tersebut secara bergulir secepat mungkin,” kata juru bicara itu.

Baca Juga: 20 Orang Tewas Saat Pertempuran Milisi dan Pasukan Keamanan Myanmar

Biden memuji keputusan DOJ pada saat itu. Diketahui saat kampanye, Biden berjanji agar Kementerian segera merilis catatan 9/11 dan berkomitmen untuk membantu keluarga korban serangan 11 September. (Put) ***

Sumber: AlJazeera

Artikel Terkait