Dua Penyelundup Satwa Dilindungi di Amankan di Pelabuhan Tanjung Perak

Foto: Humas Polda Jatim

3 Oktober 2021, 21:04 WIB

SKALA.ID -Tim Intelair Subdit Gakkum, Ditpolairud Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil meringkus dua orang pelaku yang menyimpan, memiliki, dan memperniagakan yang dilindungi dalam keadaan hidup, Jumat (1/10/2021) lalu.

Penangkapan dilakukan setelah adanya informasi terkait pengangkutan burung yang dilindungi di atas Truk dari Kalimantan ke Surabaya menggunakan sarana kapal.

Kedua pelaku yang berinisial RO dan AS. Ditangkap di Jalan Pelabuhan , saat hendak menuju Jalan Karang Pilang – Demak, Surabaya.

Baca Juga: Pro-kontra Warganet Pasca Pengakuan Coki Pardede Miliki Kelainan Seksual Usai Ditangkap Polisi

Awalnya, Tim Intelair Subdit Gakkum, melakukan pembuntutan terhadap beberapa kendaraan Truk yang dicurigai membawa satwa dari Pelabuhan. Kemudian tim mendapat informasi bahwa satwa burung tersebut sudah dipindahkan dari Truk ke kendaraan Sepeda motor Yamaha Vixion warna merah.

“Selanjutnya tim menindaklanjuti informasi tersebut dan mengamankan kendaraan di Jalan Perak Timur Surabaya,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Gatot Repli Handoko.

Dari hasil pemeriksaan dan introgasi, ditemukan dua kotak atau box yang berisi satwa burung jenis Elang yang akan dikirim ke Surabaya. Selanjutnya tim membuntuti kurir saat melakukan pengiriman dan berhasil mengamankan pemilik dari burung tersebut serta burung lain dari rumah pelaku.

Baca Juga: 16 Ciri dan Tanda Orang Punya Pesugihan Tuyul, Serta 7 Cara Penangkal

Kabidhumas menjelaskan bahwa Satwa Burung didapat atau dipesan dari Kalimantan melalui Media Sosial (Facebook), kemudian saat pengiriman ditempatkan didalam kardus atau box, diangkut di atas Truk dan dibawa menuju Surabaya menggunakan Kapal, kemudian dikirim ke Alamat di Surabaya menggunakan sepeda motor.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni dari tersangka AS, 2 (dua) ekor burung jenis Elang Laut, 1 (satu) ekor burung jenis Elang Brontok, 1 (satu) ekor burung jenis Burung Hantu, 4 (empat) ekor burung jenis Alap-alap (1 ekor mati), 1 (satu) unit Hp merk Vivo warna ungu, 1 (satu) unit Hp merk Oppo warna putih, 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha Vixion warnan merah dengan Nopol L 5873 FI.

“Sementara dari tersangka AS, mengamankan barang bukti berupa, 7 (tujuh) ekor burung jenis Elang Bondol dan 1 (satu) unit Tablet merk Samsung warna putih,” katanya.

Baca Juga: Antisipasi Masuknya Varian Baru Covid 19, Bandara Soetta Batasi Kedatangan Penumpang Internasional

Atas perbuatannya para pelaku akan dikenakan Pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah).****

Artikel Terkait