Diklaim Seni Budaya Malaysia, Puluhan Reog Ponorogo ‘Demo’ Di Halaman DPRD Karanganyar

Sekitar 25 dadak merak (reog) menggelar pertunjukan di depan gedung DPRD Karanganyar

10 April 2022, 23:22 WIB

SKALA.ID – Paguyuban Reog dari Karanganyar melakukan aksi, imbas dari adanya isu akan diklaim Malaysia sebagai budaya tak benda ke Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO).

Pantauan SKALA.ID dilokasi, tampak sekitar 25 (reog) menggelar pertunjukan. Dibagian depan reog mereka menuliskan ‘Elek Yo Ben Sing Penting Indonesia’.

Masih ada tulisan lain yang juga menggelitik ‘Ayangku wis dipek wong liya. Mosok Reogku meh dipek negoro lio. Aku yo ora lilo.’

Anang Sarwanto koordinator Paguyuban Reog Karanganyar sebut pihaknya berjuang untuk masuk ke UNESCO. Sudah puluhan tahun seniman Reog mengembangkan budaya Reog.

“Kita gelar ‘Orasi’ yang dimaknai dengan Ora Sido Diklaim. Cukup Indonesia saja yang mengeklaim Reog adalah budaya asli Indonesia sebagai jati diri bangsa,” paparnya, Minggu (10/4/2022).

Menurutnya ada ribuan komunitas reog yang sudah turun temurun menjaga, mengembangkan dan mempertahankan kesenian .

Kejadian tersebut (klaim Malayasia terkait reog) akibat kurang pengawalan (pemerintah). Sebagai seniman, mereka merupakan orang lapangan.

“Masalah administrasi atau urusan pendaftaran budaya Indonesia bukan kewenangan para seniman, itu kewajiban pemerintah mempertahankan budaya Indonesia dari klaim negara lain,” tuturnya.

Sementara itu Anung Marwoko wakil ketua DPRD Karanganyar memberikan apresiasi tinggi kepada paguyuban seniman Reog Ponorogo karena mereka memiliki nasionalisme yang tinggi.

“Aspirasi sudah kami terima. Dan kami mengapresiasi atas jiwa nasionalisme para seniman. Nanti kita notulen dan dikirimkan kepada Kemenko PMH agar mendorong pemerintah pusat untuk mendesak UNESCO agar mengakui bahwa Reog Ponorogo merupakan budaya asli Indonesia,” tutupnya.***

Artikel Terkait