Desa Wisata Kemuning ‘Puncaknya’ Karanganyar, Sukses Kembangkan Potensi Alam

Bupati Karanganyar Juliyatmono kenallan jelajah wisata kebun teh Kemuning gunakan Jeep/dok. Humas Pemkab Karanganyar

11 Februari 2022, 11:35 WIB

SKALA.ID – Belum Lama ini Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bertandang ke Karanganyar, kabupaten tempat dimana dirinya dilahirkan. Kabupaten ini berada di lereng gunung Lawu.Dalam kesempatan tersebut Ganjar dibuat kaget dengan kondisi pariwisata di kawasan Kemuning Ngargoyoso yang meningkat sangat pesat. Dan menjadi destinasi wisata yang sedang populer ini. 

Bahkan desa Kemuning ini mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai Desa Binaan Kemenparekaf RI Anugerah Award 2021.

Tim Ekspedisi Beberkan 7 Temuan Isi dasar Sumur Neraka Yaman

“Daerah ini indah sekali, wisatanya berkembang pesat dan sekarang dikunjungi banyak wisatawan. Saya dengar warga desa ini tidak ada seorangpun yang pengangguran. Semua bekerja dan dapat penghasilan dari sektor pariwisata,” ucap Ganjar seperti dikutip dari Jatengprov.go.id.

Ganjarpun juga melayangkan pujian kepada Kepala Desa Kemuning yang tidak hanya mengembangkan desanya saja namun juga juga menggandeng kades-kades di Tawangmangu untuk berkembang bersama saling koordinasi dan berkolaborasi. 

“Panjenengan keren (Anda hebat). Saya mendengar dan melihat sendiri bagaimana desa ini sekarang sukses. Ide kreatif muncul, kolaborasi antara anak muda dengan pemerintah desa muncul, sehingga desanya maju,” tandasnya.

Jalur Kereta Melintas di Tengah Kota Solo, PT KAI Ingatkan Jangan Parkir di Atas Rel

Sementara itu Kepala Desa Kemuning Widyoko sebut rintisan mulai dikembangkan sejak tahun 2014. Saat itu kami bersama anak-akan muda di desa ini memetakan potensi yang bisa dikembangkan.

“Kemudian muncul ide mengembangkan pariwisata,” jelas Kades Kemuning. 

Awal wisata yang dibuat adalah susur sungai menggunakan ban bekas atau tubbing. Kesulitan terbesar saat itu adalah menyadarkan masyarakat agar tidak buang sampah dan limbah ke sungai. 

Berkat penyuluhan yang terus menerus dan seiring manfaat yang mereka dapatkan kesadaran masyarakat kian tumbuh. Kebersihan sungai makin terjaga dan wisata sungai juga makin diminati. 

“Setelah itu kami kembangkan lagi, sekarang jadi ramai. Ada Jeep adventure (petualangan), pasar tradisional, Taman Bintang dan ada juga bukit Teletubies yang bisa digunakan untuk wisata adrenalin paralayang. Penghasilannya lumayan besar, untuk Jeep adventure saja pernah empat bulan dapat Rp1,4 miliar,” pungkasnya.***

Artikel Terkait