Dekan FK UNS Beri Pandangan Perubahan Status Pandemi menjadi Endemi Covid-19, Sejak Kapan?

15 Maret 2022, 07:54 WIB

SKALA.ID – Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sekaligus Dokter Spesialis Paru dan Konsultan, Prof. Dr. Reviono, dr., Sp.P(K) memberikan pandangan terkait apakah dimungkinkan adanya perubahan status pandemi menjadi ?.

Pandangan tersebut beliau sampaikan saat menjadi narasumber Webinar Strategi Pencegahan Klaster Covid Saat Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas pada Sabtu 12 Maret 2022.

Prof. Reviono menyampaikan, sudah lebih dari 2 tahun sejak kasus pertama mengenai Covid-19 resmi didiagnosis, banyak masyarakat yang sudah lelah akan kondisi ini dan berharap untuk segera berakhir.

Gaungkan Toleransi dan Pancasila, Gubernur Ganjar : Baru UNS Yang Miliki Enam Tempat Ibadah

“Tidak ada satu pun dari para ahli yang dapat memastikan bagaimana pandemi ini akan berakhir. Namun, hal ini bisa dicoba diprediksi dengan mencari tahu kilas balik pandemi flu 1918. Yang mana dapat memberikan peta jalan untuk apa yang diharapkan seabad kemudian,”terangnya.

Setelah beberapa tahun fatal virus yang menyebabkan pandemi 1918 akhirnya mereda. Ketika kekebalan populasi dari infeksi meningkat, kematian infeksi meningkat, kematian menurun, dan virus menjadi influenza musiman yang kurang mematikan meskipun keturunannya masih beredar sampai sekarang,”imbuhnya.

Sebagaimana yang diungkapkan Prof. Reviono, belajar dari pandemi flu 1918, virus tidak mungkin hilang sepenuhnya. Namun, tak menutup kemungkinan virus tersebut, dalam hal ini Covid-19 akan berubah statusnya menjadi .

Bertepatan Dengan Dies Natalis UNS ke 46, Presiden Jokowi Resmikan UNS Tower Ki Hadjar Dewantara 

“Faktor yang dapat mempengaruhi perubahan status pandemi jadi yakni, kasus stabil atau setidaknya dapat diprediksi. Suatu penyakit dikatakan jika reproduction number stabil pada angka satu, dalam artian satu orang yang terinfeksi rata-rata menginfeksi satu orang lainnya. Kemudian angka kematian yang rendah dan dapat diterima masyarakat,”paparnya.

“Cakupan vaksinasi yang luas. Para ahli pun mengatakan, peningkatan kekebalan tubuh baik dengan vaksinasi atau infeksi alami, dapat membantu mendorong kita ke endemi dengan Covid-19. Serta munculnya herd immunity yang mana sistem kekebalan mereka tidak akan terkena virus,”tambahnya.

Prof. Reviono melanjutkan, harapan Covid-19 berubah menjadi endemi saat ini tengah diupayakan dengan mengusahakan banyak orang mendapatkan perlindungan kekebalan dari vaksinasi.

Artikel Terkait