Danrem 074/Warastratama Resmikan Kampung Pancasila Pertama di Karanganyar

Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Achiruddin, Bupati Karanganyar Juliyatmono, dan Forkopimda Karanganyar resmikan Kampung Pancasila/istimewa.

28 Maret 2022, 16:16 WIB

SKALA.ID – Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Achiruddin, didampingi Bupati Karanganyar Juliyatmono, dan Forkopimda Karanganyar meresmikan Desa Ngringo, Jaten, Karanganyar menjadi .

“Tujuan pembentukan ini adalah sebagai sarana kerjasama antara TNI-AD, Kepolisian dan masyarakat setempat, terutama kampung tersebut untuk menanamkan rasa kebangsaan dan nasionalisme yang tinggi,” jelas Danrem, Senin (28/3/2022).

Dijelaskan juga bahwa Pancasila yang memang sudah ada selama ini merupakan bagian dari pertahanan bangsa Indonesia.

Sakit Karena Nyeri Sendi, Coba Gunakan Bahan Herbal Ini dan Rasakan Hasilnya

“Pancasila adalah ruh kita, jiwa kita yang harus terus kita gaungkan di seluruh pelosok negeri termasuk di seluruh wilayah Solo Raya,” tegas Kolonel Inf Achiruddin.

Menurut Danrem, ada beragam agama yang dianut oleh masyarakat dan diupayakan semuanya harus guyup, berdampingan dan saling toleransi, tanpa adanya rasa saling membenci.

“Oleh karenanya Kampung Pancasila yang berada di Desa Ngringo ini sangat berpeluang untuk menularkan ke desa-desa lain di sekitar. Sehingga pencegahan paham radikalisme dan intoleransi yang diharapkan bisa terwujud,” imbuhnya.

Dear Warga Karanganyar, Mal Pelayanan Publik Kini Hadir di Jalan Slamet Riyadi

Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono, merasa bangga atas dibentuknya Kampung Pancasila ini.
Desa Ngringo menjadi contoh buat Desa yang lain khususnya dalam pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila.

“Kedepannya kita akan merintis dan mempersiapkan kampung-kampung yang lain agar di ciptakan seperti ini juga,” ujar Bupati.

Sementara itu Dandim Karanganyar Letkol Inf Ikhsan Agung Widyo Wibowo menambahkan ada alasan khusus memilih desa Ngringo untuk launching perdana sebagai desa Pancasila. 

Misteri Candi Sukuh, Selain Menghadap Barat, Benarkah Usia Candi Ini Disebut Jauh Lebih Tua Dibandingkan Suku Maya?

“Masyarakat di desa Ngringo yang ini berasal dari berbagai latar belakang yang majemuk. Namun mereka bisa hidup berdampingan tanpa konflik dan sangat guyup rukun. Disini demokrasi tercermin betul,” lanjutnya. 

Dandim juga berpesan agar generasi muda, untuk menghidupkan, mengamalkan dan memegang teguh Pancasila sebagai dasar negara.

“Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)sudah final dan tidak dapat digantikan dengan bentuk negara yang lain,” pungkas Dandim.***

Artikel Terkait