Danau Toba, Antara Keilmuan Dan Legenda

Berdasarkan penelitian, Gunung Api Purba Toba dahulunya merupakan gunung api supervolcano, yang dapat memuntahkan magma minimal 300 km3 saat meletus 74 ribu tahun lalu

30 Agustus 2021, 09:00 WIB

JAKARTA – Danau Toba di wilayah Sumatra Barat masuk dalam satu Destinasi Super Prioritas (DSP) bersama dengan Likupang, Mandalika, Borobudur, dan Labuan Bajo.

Danau Toba merupakan danau vulkanik menjadi daya tarik dalam mengembangkan storynomic tourism sebagai strategi promosi pariwisata di Indonesia.

Hal ini tentu tidak bisa dilepaskan dari berkembangnya cerita legenda setempat yang mengawali terbentuknya Danau Toba.

Baca Juga: Jamasan Keris Peninggalan Mangkuneoro VIII, Kyai Pamot di Gelar di Bulan Suro

Dikutip dari laman kemenparekraf.go. id, legenda di Danau Toba berdasarkan cerita masyarakat setempat menjadi modal potensial untuk mendatangkan wisatawan. Kisah terbentuknya Danau Toba tidak bisa dipisahkan dari kisah Toba dan ikan emas.

Menurut cerita masyarakat, Danau Toba bermula dari seorang pemuda bernama Toba seorang yatim piatu. Sehari-harinya ia bekerja sebagai petani dan mencari ikan di sungai yang tak jauh dari rumahnya. Pada suatu hari, ketika memancing di sungai Toba mendapatkan seekor ikan mas berukuran besar.

Namun karena sisik ikan ini terlihat berkilauan dan cantik, Toba memutuskan untuk membawanya pulang dan memeliharanya. Ternyata kekaguman Toba terhadap sisik ikan berwarna emas ini tidak berhenti sampai di sana. Setelah ditangkap ikan emas itu menjelma menjadi sosok perempuan berparas cantik.

Baca Juga: Land Mark Dunia, Kampung Hallowen, Lokasi Foto Kekinian, Ada Di Lereng Lawu

Toba pun jatuh cinta melihat kecantikan dari sang putri. Bahkan Toba pun memutuskan untuk menikahinya meski sang putri memberikan persyaratan, yaitu Toba harus berjanji merahasiakan asal usulnya pada siapa pun. Tahun berganti dan keduanya menjalin hubungan rumah tangga yang harmonis. Toba juga tidak membocorkan mengenai identitas istrinya.

Namun pada suatu hari anak mereka, , diminta ibunya untuk mengantarkan makanan pada Toba di ladang. Sayangnya di tengah perjalanan merasa lapar dan memakan bekal yang seharusnya untuk Toba.

Selepas memakannya, melanjutkan perjalanan dan menyampaikan pada ayahnya bekal yang sudah kosong tersebut. Murka karena tindakan , Toba spontan marah besar dan berteriak bahwa adalah anak ikan.

Baca Juga: Nikmati Secangkir Kopi Hangat Sambil Menikmati Kabut Gunung Lawu

Sontak langit pun gelap dan menurunkan hujan sangat deras berhari-hari. Berkat hujan inilah muncul sebuah danau besar yang kini kita kenal dengan Danau Toba, dan pulau di tengah danau tersebut bernama Pulau Samosir.

Artikel Terkait